Ngopi Pagi
FOKUS: Waspada Lonjakan Kasus Covid
Di saat kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai mengendor, kabar kurang menyenangkan datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penulis: Erwin Ardian | Editor: iswidodo
Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Erwin Ardian
TRIBUNJATENG.COM - Di saat kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai mengendor, kabar kurang menyenangkan datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut data WHO, situasi pandemi dunia masih jauh dari kata berakhir. Jumlah kasus infeksi setiap hari dan angka kematian di berbagai belahan dunia justru meningkat.
Maria van Kerkhove Kepala Teknis WHO mengatakan tercatat 4,4 juta infeksi Covid-19 secara global pekan lalu. Lonjakan kasus baru dalam tujuh pekan terakhir juga selalu naik. Tak hanya itu, jumlah kematian akibat Covid-19 selama empat pekan terakhir juga meningkat.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyatakan beberapa negara di Asia dan Timur Tengah kini sedang mengalami peningkatan kasus infeksi corona yang cukup tinggi.
Bagaimana dengan Indonesia? Menurut data World o Meters, Iran dan Indonesia saat ini masih berada di peringkat 20 besar kasus Covid-19 di Asia. Di Iran angka kasus mencapai 2.118.212 dengan penambahan dalam 24 jam terakhir sebanyak 24.760 kasus. Sedangkan Indonesia kasus terkonfirmasi mencapai 1.577.526 dengan penambahan kasus positif dalam 24 jam terakhir mencapai 5.702 orang.
Meski masih menjadi negara tertinggi dengan kasus konfirmasi di kawasan Asia Tenggara, namun jumlah pasien positif per hari di Indonesia sudah berangsur turun. Pada puncaknya, beberapa pekan setelah libur Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah penambahan pasien di Indonesia sempat mencapat 15.000 an per hari.
Beruntung lonjakan kasus di Indonesia kini mulai turun, tak setinggi di beberapa negara lain seperti India. Meski sudah menggelar program vaksinasi, jumlah kasus di India selama sepekan terakhir menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi yakni 161.736 kasus infeksi baru virus corona pada Selasa lalu. Total kasus Covid-19 di India mencapai lebih dari 13,5 juta, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat dengan hampir 170 ribu kematian.
WHO menyebut kebingungan, kepuasan diri dan inkonsistensi tindakan di tengah masyarakat menjadi faktor utama lonjakan kasus. Program vaksinasi yang sudah dilakukan oleh beberapa negara terbukti tak mampu meredam jumlah kenaikan pasien baru, tanpa diikuti oleh disiplin tinggi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Ironisnya ketika bahaya lonjakan jumlah pasien masih mengintai seperti yang terjadi di India dan Iran, kita masih terus berdebat soal aturan larangan mudik yang dicanangkan pemerintah pada masa libur Lebaran tahun ini.
Apa yang terjadi di India dan Iran hari ini adalah pelajaran berharga bagi warga Indonesia. Jangankan hanya dilarang mudik, warga Iran dan India hari ini, tentu akan dengan senang hati kalau dilarang keluar rumah. Bagi mereka yang merasakan penuh sesaknya rumah sakit, banyaknya teman yang meninggal akibat covid, dan menipisnya jumlah obat-obatan, larangan mudik hanyalah hal kecil yang dengan mudah bisa dilakukan.
Perlu diingat, perang melawan pandemi masih jauh dari kata selesai. Tak hanya protokol kesehatan yang terus dilakukan, semua upaya untuk mencegah penularan harus ditingkatkan. Kalau lengah, bukan mustahil penambahan pasien baru kembali melonjak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/erwin-ardiansyah_20170822_072731.jpg)