Breaking News:

Larangan Mudik Bikin Pedagang Pantura Pemalang Semakin Nelangsa

Kalau mudik dilarang, Jalan Pantura semakin sepi. Padahal doa kami Jalan Pantura ramai, dan banyak yang mampir ke sini.

Tribun Jateng/ Budi Susanto
Casmu mempersiapkan dagangannya di warung yang yang terletak di Jalan Pantura Pemalang, tepatnya di wilayah Kecamatan Petarukan, Kamis (15/4/2021). 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - "Kalau mudik dilarang, Jalan Pantura semakin sepi. Padahal doa kami Jalan Pantura ramai, dan banyak yang mampir ke sini," keluh Tasrip (64) warga Desa Pentanjungan, Kecamatan Petarukan Pemalang, Kamis (14/4/2021).

Tasrip merupakan satu di antara sekian banyak pedagang kecil, yang membuka warung makan di Jalan Pantura Pemalang

Keluhan ia lontarkan usai mendengar akan diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah pusat. 

Hal itu membuat Tasrip semakin pesimis, jelang Lebaran mendatang nasibnya tak lebih baik dari tahun lalu. 

"Tahun lalu juga dilarang dan tidak ada pengunjung mampir ke warung, kalau ada pelarangan lagi, akan semakin mengurangi pendapatan kami," jelasnya. 

Dilanjutkannya, nasib pedagang yang membuka warung di Jalan Pantura sangat nelangsa, teruma sejak adanya Jalan Tol Trans Jawa. 

"Ditambah sekarang ada larangan mudik. Ya saya sadar namanya pedagang pasti ada resiko, apa lagi pedagang kecil seperti saya. Mau tak mau kami harus terima keadaan seperti ini, kalau pemerintah yang bikin aturan kami bisa apa," jelasnya. 

Tasrip juga menuturkan, meski ada Jalan Tol Trans Jawa, tapi mudik masih diperbolehkan, ia bisa mendapat Rp 400 ribu setiap hari. 

"Apa lagi saat musim mudik, karena momentum itu jadi penantian para pedagang. Kalau sekarang dapat uang sangat susah, di tambah nanti mudik dilarang," jelasnya. 

Sementara itu Casmu (54) istri Tasrip, menuturkan, warung yang mereka andalkan sebagai penghidupan sudah empat tahun berdiri.

"Dua tahun pertama ramai sekali, apalagi saat jelang Lebaran. Namun dua tahun terkahir sangat sepi, tidak ada yang mampir," imbuhnya.

Ditambahkannya, harapan para pedagang, Jalan Pantura masih dipadati pelancong ataupun pemudik.

"Untuk Lebaran tahun ini saya tidak ramai atau tidak, tapi adanya pelarangan mudik seperti tahun lalu, kemungkinan pendapatan kami tidak akan bertambah, bahkan saya yakin cenderung turun," tambahnya.

Penulis: budi susanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved