Breaking News:

Penembakan Lagi di AS, 8 Tewas di Gudang FedEx Indianapollis

Sebanyak delapan orang tewas akibat penembakan brutal yang terjadi di gudang FedEx, Indianapolis, Amerika Serikat (AS), Kamis (15/4) waktu setempat.

Editor: Vito
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM, INDIANAPOLIS - Sebanyak delapan orang tewas akibat penembakan brutal yang terjadi di gudang FedEx, Indianapolis, Amerika Serikat (AS), Kamis (15/4) waktu setempat. Penembakan itu diumumkan polisi pada Kamis malam.

Kantor berita AFP mewartakan, semua korban ditemukan di gudang FedEx dekat bandara internasional Indianapolis, kata juru bicara polisi, Genae Cook, kepada wartawan. Lokasi itu adalah TKP seorang pria bersenjata melepaskan tembakan.

Saat polisi tiba, penembak sudah tewas, diyakini karena bunuh diri. Kemudian beberapa korban lain dilarikan ke rumah sakit. Namun, polisi tidak mengungkap berapa jumlahnya.

Cook menyatakan, pihak berwenang menilai tidak ada ancaman langsung lagi terhadap keselamatan publik saat ini.

Sersan John Perrine, petugas informasi publik polisi negara bagian Indiana, menyampaikan, para kerabat pegawai Fedex dipersilakan berkumpul di Holiday Inn setempat.

Seorang saksi penembakan, Jeremiah Miller, yang mengaku bekerja di gudang FedEx, TKP penembakan Indianapolis, menceritakan kesaksiannya mengenai detik-detik sebelum insiden terjadi kepada tv lokal WISH-TV.

Saat itu, ia melihat seorang pria bersenjata mulai menembak dan mendengar lebih dari 10 tembakan.

"Saya melihat seorang pria dengan sejenis senapan mesin ringan, senjata otomatis, dan dia menembak di tempat terbuka. Saya langsung merunduk dan ketakutan," terangnya, dikutip Kompas.com dari AFP, Jumat (16/4).

Juru bicara FedEx mengonfirmasi ke AFP, gudangnya adalah lokasi penembakan di Indianapolis, dan pihak perusahaan telah bekerja sama dengan otoritas setempat.

"Kami mengetahui penembakan tragis di fasilitas darat kami di dekat bandara Indianapolis. Keamanan adalah prioritas utama kami, dan simpati kami pada semua orang yang terdampak," ucapnya, dalam pernyataan yang dikutip AFP.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved