Breaking News:

Berita Pemalang

Pemkab Pemalang Punya Produk Air Minum Kemasan Ajibpol, Bupati: Momentum Bangun Industri

Kabupaten Pemalang kini punya produk Minuman Dalam Kemasan yang diberi nama Ajibpol

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Istimewa
Peluncuran produk air minum dalam kemasan bernama Ajibpol, yang merupakan kolaborasi antara Pemkab Pemalang bersama PDAM Tirta Mulia, di Semarang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Kabupaten Pemalang kini punya produk Minuman Dalam Kemasan yang diberi nama Ajibpol.

Ajibpol merupakan kolaborasi antara Pemkab Pemalang bersama PDAM Tirta Mulia Pemalang.

Air mineral dalam kemansan itu diluncurkan beberapa waktu lalu, yang kini tengah dipasarkan ke beberapa daerah. 

Tak hanya sekedar produk seremonial, adanya Ajibpol juga dijadikan simbol kebangkitan industri di Pemalang. 

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, menuturkan, Ajibpol jadi momentum pembangunan industri di Pemalang. 

"Tak hanya itu, mulai banyaknya investor yang melirik peluang atau potensi yang ada di Kabupaten Pemalang," jelasnya, Sabtu (17/4/2021).

Dilanjutkannya, hal itu menjadi indikator positif untuk awal perkembangan industri dan investasi di Pemalang. 

"Perkembangan tersebut terus kami dukung, dengan adanya program prioritas yaitu Kota Industri (Koin)," katanya. 

Menurutnya, sasaran pamasaran Ajibpol akan digencarkan ke instansi pemerintah, hingga tingkat desa. 

"Nantinya Perumda Tirta Mulia Pemalang bisa menggandeng Dekranasda dalam hal promosi," jelasnya.

Adapun jika ditilik dari sisi perkembangan industri di Pemalang , progres bidang manufaktur itu berjalan cukup mulus. 

Sektor industri di Kabupaten Pemalang berkontribusi sebesar 21,9 persen dalam struktur perekonomian Pemalang, sektor industri juga memiliki porsi terbesar ke dua setelah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan 26,9 persen.

Dalam catatan Tribun Jateng, progres sektor industri di Pemalang dalam sistem neraca regional pada 2016 mencapai 3,2 triliun, dan 2017 meningkat menjadi Rp 3,3 triliun. 

Capaian itu terus merangkak naik pada 2018 dengan Rp 3,5 triliun lebih, dan Rp 3,8 triliun pada 2019. Meski pada 2020 turun menjadi Rp 3,7 miliar, namun penurunan tersebut tidak terlalu signifikan di tengah pandemi seperti di wilayah lainya.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved