Breaking News:

Happy Ramadhan

Kisah Isnaini TKI Asal Kendal Jalankan Puasa di Hongkong, Ketatnya Prokes Tak Jadi Halangan 

Menjalani ibadah puasa di luar negeri, dan di tengah pandemi, jadi hal luar biasa yang dialami Isnaini (26) warga Bulak, Rowosari, Kabupaten Kendal.

Penulis: budi susanto
Editor: rival al manaf
Istimewa
Isnaini bersama komunitas Muslim yang ada di Hongkong, saat menggelar acara di Yuen Long sebuah wilayah di Hongkong, beberapa waktu lalu. 

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, HONGKONG - Menjalani ibadah puasa di luar negeri, dan di tengah pandemi, jadi hal luar biasa yang dialami Isnaini (26) warga Bulak, Rowosari, Kabupaten Kendal.

Isnaini merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kini menetap di Yuen Long sebuah wilayah di Hongkong

Perbedaan kultur budaya, dan pengetatan protokol kesehatan di Hongkong, menjadi pengalaman tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa. 

Menurutnya, hal paling terasa ketika menjalankan ibadah puasa adalah pembatasan yang diberlakukan pemerintah Hongkong.

Baca juga: Video Togel Tetap Buka di Bulan Puasa Bikin Kasatpol PP Marah 10 Lokasi Dilibas

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Pekanbaru, Ramadhan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Tanjungpinang, Ramadhan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Jambi, Ramadhan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021

"Di sini sangat ketat, kalau sebelum pandemi bisa buka bersama, dan Shalat Tawarih, sekarang tidak bisa. Karena untuk berkumpul dibatasi hanya 4 orang," jelasnya kepada Tribunjateng.com, melalui sambungan telpon, Sabtu (17/4/2021).

Meski demikian, Isnaini tetap bersyukur, karena dengan mematuhi protokol kesehatan, ia terhindar dari penularan Covid-19. 

"Meski diperbolehkan berkumpul tapi hanya 4 orang, itu pun jaga jarak. Beda sebelum pandemi, kami bisa berkumpul berbuka puasa bersama orang-orang Indonesia. Tapi saya bersyukur, mungkin kalau tidak mematuhi protokol kesehatan sudah tertular Covid-19," ucapnya. 

Dilanjutkannya, peraturan pemerintah Hongkong sangat ketat dan wajib ditaati untuk kebaikan bersama. 

"Alhasil kalau biasanya banyak acara pengajian, sekarang tidak diperbolehkan, karena ada potensi berkumpul," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved