Breaking News:

Berita Regional

AKBP Edya Kurnia Polisi Korupsi Rp 7 Miliar Penerimaan Casis Bintara Polri, Divonis 4 Tahun Penjara

AKBP Edya Kurnia (52) dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

net
ilustrasi vonis hakim 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Majelis hakim pengadilan tipikor Palembang kembali memvonis bersalah oknum perwira polisi yang terlibat kasus korupsi penerimaan calon siswa (casis) Bintara Polri tahun ajaran 2016.

AKBP Edya Kurnia (52) dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Terdakwa menempati posisi Ketua Tim Psikologi Panitia Seleksi Penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri saat perkara korupsi itu terjadi.

"Mengadili menyatakan terdakwa AKBP Edya Kurnia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagai mana dakwaan pertama," ujar ketua Majelis hakim yang dipimpin Abu Hanifah SH MH, Senin (19/4/2021).

Hakim mengatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal 12 Huruf a Undang-Undang No 20 Tahun 2001 KUHP Tentang Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, hakim juga menjelaskan pertimbangan yang menjadi hal-hal meringankan dan memberatkan hukuman terdakwa.

Adapun hal-hal yang meringankan yakni terdakwa dinilai jujur dan mengakui perbuatannya saat persidangan.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Perbuatan terdakwa juga merusak citra Polri khususnya dalam perekrutan calon anggota baru," ujar hakim.

Ditemui setelah persidangan, kuasa hukum AKBP Edya Kurnia, Supendi SH MH mengatakan, pihaknya menerima atas vonis yang dijatuhkan hakim.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved