Breaking News:

Berita Semarang

Apakah Lahan Musnah Terdampak Tol Semarang-Demak Dapat Ganti Rugi? Uang Kerohiman Bisa Jadi Pilihan

Pembangunan tol Semarang-Demak (Semak) yang juga berfungsi sebagai tanggul laut penahan banjir rob masih menemukan sejumlah permasalahan

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kedua kiri) saat berfoto bersama Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Dolecek di kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pembangunan tol Semarang-Demak (Semak) yang juga berfungsi sebagai tanggul laut penahan banjir rob masih menemukan sejumlah permasalahan penyediaan lahan.

Pada Sesi 2 (Sayung-Demak) pembangunan tol terhambat sejumlah warga yang keberatan atas nilai ganti untung yang ditentukan tim appraisal.

Sementara, pada Sesi 1 (Semarang-Sayung) kendalanya yakni status tanah.

Lahan yang terdampak pembangunan tol sudah tenggelam terkena banjir rob.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terdapat aturan yang menyatakan apabila ada perubahan pada muka tanah, faktor kepemilikan tanah terhapus.

Perubahan pada muka tanah yang dimaksud yakni tanah yang menjadi lahan pembangunan terkena banjir rob sehingga menjadi lautan.

Kondisi itu dikategorikan tanah tenggelam atau musnah.

Namun di sisi lain, Kementerian ATR/BPN belum bisa menyatakan tanah tersebut musnah lantaran masih ada warga masih memegang sertifikat tanah.

Pemerintah sedang mencari legal opinion agar ketika melangkah, tidak menyalahi aturan.

Pemerintah daerah pun berkoordinasi dengan pusat untuk mengurai benang kusut permasalahan lahan.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved