Breaking News:

Berita Semarang

Apakah Lahan Musnah Terdampak Tol Semarang-Demak Dapat Ganti Rugi? Uang Kerohiman Bisa Jadi Pilihan

Pembangunan tol Semarang-Demak (Semak) yang juga berfungsi sebagai tanggul laut penahan banjir rob masih menemukan sejumlah permasalahan

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kedua kiri) saat berfoto bersama Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Dolecek di kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundang Sekjen Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto untuk membahas masalah tersebut, Senin (19/4/2021).

"Masih jadi perdebatan menentukan tanah musnah, siapa yang berwenang, bagaimana caranya agar rakyat juga tidak dirugikan. Karena kalau tanahnya dinyatakan musnah berarti tidak dapat ganti rugi.

Kalau ganti rugi juga keliru jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar mengatakan, harus ada ketegasan agar masyarakat nantinya tidak dirugikan tetapi proyek strategis nasional jalan tol tersebut tetap berjalan.

Karena itu, harus ada yang menyatakan status tanah tersebut jika nanti program yang ada bisa berjalan dengan lancar.

Ia pun mendorong agar Kementerian ATR/BPN bisa merampungkannya dengan regulasi atau Peraturan Menteri untuk menghadapi situasi seperti ini.

Perlu diketahui, hingga kini Peraturan Menteri ATR/BPN terhadap PP 18/2021 terkait status tanah musnah belum rampung. Oleh karenanya, Ganjar meminta agar urusan ini diselesaikan terlebih dahulu.

"Nah itu kita minta dari ATR/BPN segera keluar permen (peraturan menteri)," tegasnya.

Namun, Ganjar menuturkan ada beberapa opsi yang bisa dipilih pemerintah agar masyarakat pemilik tanah tenggelam itu tidak dirugikan.

Yakni melalui skema kerohiman atau tali asih kepada pemilik lahan.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved