Kampung Kopi Banaran Hadirkan Sajian Nasi Goreng Kopi
Baru-baru ini, destinasi wisata yang dikelola Dyandra Promosindo group Kompas Gramedia itu membuat menu baru yakni nasi goreng kopi.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: M Nafiul Haris
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Olahan biji kopi umumnya disajikan untuk minuman dengan beragam teknik seperti espresso, americano, latte, tubruk, dan vietnam drip. Sedang makanan biasanya diolah menjadi selai, puding, kue, saos, dan sebagian lagi menjadi bahan pembuatan parfum.
Tapi tidak jika Anda berkunjung di Kampung Kopi Banaran yang terletak di Jalan Raya Bawen-Solo KM 1,5 Bawen Kabupaten Semarang.
Baru-baru ini, destinasi wisata yang dikelola Dyandra Promosindo group Kompas Gramedia itu membuat menu baru yakni nasi goreng kopi.
Manager Food and Beverage (FnB) Kampoeng Kopi Banaran Leonardo mengatakan sebagai objek wisata yang menawarkan sajian kopi sebagai unggulan Kampung Kopi Banaran berusaha membuat inovasi menu dengan tetap menggunakan bahan utama atau campuran kopi.
"Nah, biasanya menu masakan nasi goreng terdiri dari bahan utama seperti nasi putih, sejumlah bumbu rempah-rempah dengan toping telur ceplok, dadar, sosis, babat iso, dan ayam. Disini, kami tawarkan nasi goreng kopi, jadi saat proses memasak nasi dicampur bubuk kopi," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (19/4/2021)
Menurut Leonardo, sajian menu nasi goreng kopi itu sengaja dihadirkan agar memberi sensasi berbeda bagi pecinta kopi Indonesia dengan cara tidak diseduh melainkan dimakan.
Ia menambahkan, untuk jenis kopi yang dijadikan bahan campuran pembuatan nasi goreng sendiri dipilih khusus yaitu terbatas hanya Robusta dan Arabika.
"Selain nasi goreng kami juga ada masakan lain dari bahan dasar seafood, kemudian kita tambahkan fresh ground kopi ketika memasaknya. Bagi penyuka daging juga sama, sederhananya saat dimasak kita tambah bubuk kopi, slice beef kita masak bareng dengan bumbu," katanya
Dia mengaku pemilihan jenis kopi Robusta dan Arabika karena dinilai memiliki karakter berbeda ketimbang kopi lokal lain. Sehingga memudahkan pencampuran ketika proses pemasakan dan tidak terlalu pahit.
Leonardo menjelaskan, meski dimasak dengan bubuk kopi menu sajian nasi goreng dijamin tetap gurih, dan enak serta mengenyangkan. Karena lanjutnya, prinsip pencampuran kopi yang paling utama adalah aroma.
"Untuk seporsi nasi goreng ini kami banderol dengan harga Rp 28 ribu. Sejatinya cuma
karakter kopinya yang kita siapkan agar ada aroma dan warga di makanan itu, tapi soal rasa tetap enak," ujarnya
Lebih lanjut, Kampung Kopi Banaran terus mencoba membuat inovasi dalam rangka meningkatkan potensi kopi yang ada. Adanya menu baru itu diharapkan dapat disukai masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nasi-goreng-kopi-banaran.jpg)