Breaking News:

Berita Slawi

Kisah Rohyatun, Guru Ngaji di Kabupaten Tegal yang Ikhlas Mengajar Tanpa Mematok Bayaran

Sebagai guru mengaji sudah puluhan tahun, membuat Rohyatun (40) banyak memiliki pengalaman suka duka.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Rohyatun (40) atau yang kerap disapa Ustazah Iroh, saat sedang mengajar ngaji warga sekitar rumahnya yang beralamat di Desa Sidaharja, RT 26/RW 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal Senin (19/4/2021). Kisah inspiratif Ustazah Iroh yang ikhlas mengajar ngaji warga sekitar tanpa mau diberikan bayaran dan tidak pernah mematok harga. Terpenting baginya murid atau warga sekitar rumahnya bisa lancar mengaji. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Mengabdikan diri sebagai guru mengaji bahkan sudah puluhan tahun, membuat Rohyatun (40) banyak memiliki pengalaman baik suka maupun duka. Namun karena sudah terbiasa maka tetap ia tekuni sampai sekarang.

Rohyatun (40) atau yang kerap disapa Ustazah Iroh, saat sedang mengajar ngaji warga sekitar rumahnya yang beralamat di Desa Sidaharja, RT 26/RW 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal Senin (19/4/2021). Kisah inspiratif Ustazah Iroh yang ikhlas mengajar ngaji warga sekitar tanpa mau diberikan bayaran dan tidak pernah mematok harga. Terpenting baginya murid atau warga sekitar rumahnya bisa lancar mengaji.
Rohyatun (40) atau yang kerap disapa Ustazah Iroh, saat sedang mengajar ngaji warga sekitar rumahnya yang beralamat di Desa Sidaharja, RT 26/RW 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal Senin (19/4/2021). Kisah inspiratif Ustazah Iroh yang ikhlas mengajar ngaji warga sekitar tanpa mau diberikan bayaran dan tidak pernah mematok harga. Terpenting baginya murid atau warga sekitar rumahnya bisa lancar mengaji. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Inilah sedikit gambaran tentang pengalaman Rohyatun atau yang kerap disapa Ustazah Iroh, yang hampir separuh hidupnya ia isi dengan menjadi guru ngaji tidak hanya bagi anak-anak tapi orang dewasa.

Diceritakan, Ustazah Iroh sudah mulai mengajar ngaji sejak tahun 1990an, awalnya ia menjadi murid di suatu Taman Pendidikan Alquran (TPQ) kemudian ditawari oleh guru nya untuk mengajar karena kekurangan tenaga pengajar.

Dari situlah awal ia pada akhirnya mantap menjadi guru di TPQ yang berlokasi di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal sampai saat ini.

Di TPQ ia mengajar dari mulai jilid 1-4 dan kelas Alquran.

"Sebelum ditawari untuk mengajar ngaji, saya memang sering ngaji dari masjid ke masjid. Tidak ada cita-cita atau bayangan menjadi pengajar, tapi saat itu memang tertarik dan akhirnya menerima tawaran alhamdulillah bertahan sampai sekarang. Kalau membahas suka dan duka ya pastinya banyak, apalagi saya kan mengajar di Desa dan mayoritas murid saya masih anak-anak jadi memang harus ekstra sabar," ungkap Iroh, saat ditemui di rumahnya Senin (19/4/2021).

Tidak hanya mengajar ngaji di sekolah TPQ, saat di rumah Iroh juga tetap mengajar atau membuka kelas mengaji saat malam hari.

Kurang lebih ada 15 anak yang mengaji di rumahnya, mulai jilid 2-4 dan Alquran. Dikatakan anak-anak ini merupakan muridnya di TPQ. 

Bahkan Iroh secara suka rela juga mengajar ngaji warga sekitar tempat tinggalnya terutama ibu-ibu yang saat ini berjumlah empat orang.

"Kalau di TPQ saya memang ada uang gaji (bayaran) yang pasti berapa jumlah nominalnya. Tapi kalau untuk yang mengajar di rumah, jujur saya ikhlas jadi tidak pernah mematok harus bayar berapa. Untuk anak-anak sistemnya infak, sedangkan yang ibu-ibu saya tidak mau menerima sama sekali. Karena saya kan niatnya memang membantu supaya ibu-ibu bisa lancar mengaji, jadi selagi mereka rajin saya ikhlas tanpa dibayar. Malah tidak enak kalau sampai harus membayar," paparnya. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved