Breaking News:

Berita Banjarnegara

Meski Punya Riwayat Gangguan Mental, Warga Panti Sosial Pamardi Raharjo Semangat Berpuasa

Lantunan ayat suci Alquran menggema di aula RPS Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Pamardi Raharjo.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Pengajian rutin di bulan Ramadan untuk penerima manfaat di TPS PMKS Pamardi Raharjo Banjarnegara, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Lantunan ayat suci Alquran menggema di aula Rumah Pelayanan Sosial (RPS) Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Pamardi Raharjo, Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.  Puluhan warga panti berkumpul di aula untuk mengaji sekaligus mendengarkan tausiah dari pegawai Kemenag Banjarnegara.  

Di antara mereka, Wasiono tampak fasih membaca surat Al Baqarah. Suaranya yang merdu membuat peserta lain tertegun. Maklum, ia ternyata pernah nyantri di sebuah pondok pesantren sebelum masuk panti. 
Adapula Sudiono, yang fasih melantunkan kalimat azan dengan irama syahdu. 

Di bulan suci Ramadan, kegiatan ini jadi suplemen bagi warga panti untuk bisa meningkatkan derajat spiritualitasnya.  Meski masih dalam tahap penyembuhan dari gangguan jiwa, sebagian besar warga panti ternyata rutin menjalani ibadah puasa. 

Bagi Sudiono, berpuasa bukan sekadar pemenuhan kewajiban sebagai umat Islam. Ibadah itu membawa dampak positif bagi kepribadiannya.  Puasa, menurut dia, bisa membuatnya lebih bisa mengontrol emosi. 

Ia bisa meredam nafsu, termasuk amarah yang merupakan tindakan tidak terpuji. 

"Puasa untuk menjaga diri biar gak gampang marah, " katanya, Senin (19/4/2021) 

Ternyata, tidak semua warga panti menjalankan ibadah puasa. Suhartanto, Pengadministrasi Penyantunan PMKS Pamardi Raharjo mengatakan, dari 50 penerima manfaat yang menghuni panti, 34 di antaranya aktif menjalankan ibadah puasa.  Adapun 16 orang lainnya tidak menjalankannya. 

Pihaknya memang sejak awal tidak memaksakan penghuni panti untuk berpuasa. Terlebih, mereka rata-rata memiliki riwayat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) . Sebelum puasa, pihaknya menanyai satu persatu penerima manfaat apakah mereka siap menjalankan ibadah puasa. 

Tak dinyana, sebagian besar, 34 di antaranya menyatakan siap menjalankan puasa tanpa adanya paksaan. Pihaknya pun selalu menyiapkan hidangan sahur dan berbuka untuk mereka yang menjalankan puasa. 

Bagi yang tidak berpuasa, pihaknya tetap memenuhi kebutuhan makan mereka seperti biasanya. 

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved