Breaking News:

Panglima Santri Gayeng Gus Yasin Pesan Warga Jangan Terprovokasi Penista Agama

Panglima Santri Gayeng Nusantara, Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat agar tidak terpantik emosi atas ucapan-ucapan oknum yang diduga menistakan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TribunJateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Wagub Jateng, Taj Yasin. 

penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga Panglima Santri Gayeng Nusantara, Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat agar tidak terpantik emosi atas ucapan-ucapan oknum yang diduga menistakan satu agama tertentu.

"Ini seharusnya tidak menimbulkan gesekan. Semua harus menghormati ibadah masing-masing. Menghormati penganut agama lain beserta ritual agama mereka," kata pria yang akrab disapa Gus Yasin, Senin (19/4/2021).

Setidaknya, ada dua peristiwa yang muncul terkait dugaan penistaan agama. Yang pertama terkait video Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina Islam. Kemudian kasus yang melibatkan Desak Made Darmawati yang diduga melakukan penistaan agama Hindu.

Gus Yasin menegaskan agar masyarakat mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya pihak lain yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Putra dari Mbah Kiai Maimoen Zubair ini menjelaskan kasus penistaan agama yang terjadi mengembalikan diri semua warga negara kepada pelajaran agama. Bahwasanya semua orang harus saling menghormati setiap agama yang disahkan pemerintah.

Dugaan penistaan muncul jika orang berbicara terkait penilaian terhadap satu agama lain. Atau menafsiri dan menerangkan satu pemahaman agama tertentu dengan pemahaman dari sisi yang tidak sepaham.

"Kalau berbicara penilaian, tentu pengambilan penilaian itu berbeda setiap agama. Misal, menurut Islam, mungkin agama yang lain jadi salah lantaran penilaian agama itu dari sudut pandang Islam itu sendiri. Begitu juga dengan agama yang lainnya," jelasnya.

Sehingga, pemahaman yang dilontarkan ke publik itu kerap keliru dan akhirnya menjadi satu ungkapan dugaan penistaan agama. Gus Yasin berharap agar menerangkan satu agama dengan jalurnya masing-masing.

"Kalau ada yang tidak sepaham (nilai ajaran agama lain dengan yang dianut) ya tahan saja. Kita simpan saja. Karena dalam agama saya pun untuk beragama tidak boleh ada tekanan dan paksaan," ujarnya.

Ia pun menyoroti syiar agama yang dilakukan dengan ajakan memaksa. Caranya ada yang dengan menjelekan agama lain untuk menarik simpati.

Setiap umat beragama memang harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, hal itu tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalahi ajaran agama atau kepercayaan lain.

Gus Yasin pun bercerita ketika Nabi Muhammad berdakwah kala itu. Yang mana juga ada penolakan dari kaumnya sendiri.

"Namun apa yang terjadi, Rasul malah tidak menghancurkannya, tapi justru mendoakannya. Karena hidayah agama Islam itu tidak bisa dipaksakan," imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan penistaan telah ditangani kepolisian. Aparat sudah menindaklanjuti laporan terkait Joseph Paul Zhang. Sementara, Desak Made sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Hindu, meski proses hukum tetap berjalan.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved