Breaking News:

Berita Batang

PAT Dilaksanakan Luring, Kepsek SDN Denasri Wetan 2 Batang : Semua Orang Tua Setuju

Sekitar 10 ribu siswa SD kelas 6 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjalani Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Tribun Jateng/Dina Indriani
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara luring atau tatap muka di SDN Denasri Wetan 02, Batang, Senin (19/4/2021). 
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara luring atau tatap muka di SDN Denasri Wetan 02, Batang, Senin (19/4/2021).
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara luring atau tatap muka di SDN Denasri Wetan 02, Batang, Senin (19/4/2021). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Hari ini sekitar 10 ribu siswa SD kelas 6 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjalani Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang dilaksanakan secara Luring setelah dilakukan beberapa pertimbangan. 

Hal itu untuk menjaga obyektivitas dan ketertiban dalam pelaksanaan PAT kelas 6 Tahun Pelajaran 2020/2021.

PAT secara luring atau tatap muka ternyata disambut baik oleh sejumlah sekolah.

Satu diantaranya, SDN Denasri Wetan 02 yang sudah menyiapkan segala sarana prasana untuk pelaksanaan PAT tatap muka di masa pandemi Covid-19.

"Saat awal adanya Covid-19 sekolah kami sudah langsung mempersiapkan segala sarana prasarana protokol kesehatan, setelah itu sekolah ditutup dan daring.

Kini, kembali tatap muka jadi persiapan sesuai dengan surat edaran dari dinas seperti penyemprotan semua kelas dalam laci meja siswa disemprot, tempat cuci tangan ,sabun,tisu. Masker, handsanitezer, thermogun, dan tempat duduk spasi 1,5 meter," terang Kepala Sekolah SDN Denasri Wetan 02, Esti Yuni kepada tribunjateng, Senin (19/4/2021).

Selain itu untuk persiapan pihaknya berkonsultasi dengan ketua RT, Komite Kades dan Puskesmas. 

"Alhamdulillah semua mendukung utk PTM," tuturnya

Tidak hanya sekolah yang menyambut baik, orang tua dan siswa pun juga antusias bisa kembali tatap muka.

Pasalnya saat sekolah yang lain sudah mulai dibuka, sekolah yang berada di Kecamatan Batang memang masih belum diijinkan.

"Karena sekolah kami masuk wilayah Kecamatan Batang maka waktu itu belum diijinkan, ini alhamdulillah saat tau PAT tatap muka orang tua senang sekali dan semangat semua buat surat pernyataan bermaterai dan semua setuju tatap muka," ujarnya.

Sementara, dijelaskannya untuk sistem pelaksanaan PAT sendiri pihaknya membagi siswa menjadi tiga ruang dengan jaga jarak 1,5 meter dan tanpa istirahat keluar.

"Total siswa ada 20, kami bagi tiga dengan jarak meja kursi 1,5 meter dan satu kelas berisi 8 siswa untuk ruang 1 dan 2, serta ruang 3 ada 6 siswa," jelasnya.

Dia pun mengimbau kepada orang tua  untuk tetap menjaga kesehatan protokol kesehatan tetap ketat dipantau supaya bisa berlanjut tatap muka sampai ujian nanti . 

"Kami sekolahan juga selalu memantau komunikasikan dengan semua pihak baik lewat WA group kelas masing-masing maupun saya sendiri selalu  mengingatkan lewat videocall, jadi semua kompak," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved