Breaking News:

WHO Khawatirkan Peningkatan Kasus Varian Baru Covid-19

WHO mencatat lonjakan kasus covid-19 selama 7 minggu berturut-turut, serta peningkatan dalam jumlah kematian selama 4 minggu terakhir

CDC
Ilustrasi virus corona atau covid-19 jenis baru 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO menyatakan, peningkatan kasus virus corona baru dan kematian dalam beberapa pekan terakhir merupkan tren yang mengkhawatirkan.

"Saat ini kami melihat lonjakan kasus covid-19 selama 7 minggu berturut-turut, serta peningkatan dalam jumlah kematian selama 4 minggu terakhir," kata Kepala Perwakilan WHO untuk Rusia, Melita Vujnovic, kepada TASS, Minggu (18/4).

"Ini adalah tren yang mengkhawatirkan, karena kami terus melihat dampak dari kemunculan varian baru virus corona, pencabutan tindakan pembatasan, dan distribusi vaksin yang tidak adil antarnegara," ujarnya.

Sejauh ini, Vujnovic menyatakan, masyarakat di seluruh dunia telah menerima lebih dari 780 juta dosis vaksin virus corona.

"Meskipun ada kemajuan signifikan yang dicapai di 194 negara dan wilayah dari 220 negara dan wilayah yang telah meluncurkan program vaksinasi, ketidakseimbangan distribusi vaksin global yang mencolok tetap terjadi," paparnya.

Adapun, jumlah kematian akibat virus corona secara global diperkirakan mencapai 3 juta hingga Sabtu (17/4).

Kasus corona meledak lagi setelah negara-negara seperti India bergulat dengan meningkatnya kasus baru dan memberlakukan lagi penguncian atau lockdown.

Virus corona yang muncul pada akhir 2019 di China tengah telah menginfeksi lebih dari 100 juta orang, menyebabkan miliaran lainnya di bawah penguncian yang melumpuhkan dan merusak ekonomi global.

Seperti dikutip Channel News Asia, kasus baru meledak di Asia Selatan, dengan India mencatat lebih dari 2 juta kasus baru bulan ini saja. Sementara, Bangladesh dan Pakistan memberlakukan lockdown.

India melaporkan rekor peningkatan harian mencapai 234.692 kasus infeksi baru covid-19 selama 24 jam terakhir pada Sabtu lalu.

Total kasus di India mencapai hampir 14,5 juta, terbesar kedua setelah Amerika Serikat yang telah melaporkan lebih dari 32 juta infeksi corona. (Kontan.co.id)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved