Breaking News:

YDBA Dukung Pengembangan Produksi Cangkul Klaten 

Dari total kebutuhan cangkul mencapai 10 juta unit/tahun, selama ini produksi dalam negeri hanya mampu menghasilkan 3 juta unit/tahun.

ISTIMEWA
Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis Klaten, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Hafiza Dharmaputri (kiri), berbincang dengan Sekretaris Koperasi Industri Pande Besi dan Las, Supriyanto (kanan), tentang proses pembuatan cangkul berkualitas di sentra pengrajin besi di Jatinom, Klaten, Senin (19/4). 

Menurut dia, setelah mendapatkan pelatihan dari YDBA, pola kerja di bengkelnya pun berubah. Prosesnya menjadi sistematis dan teratur, sehingga waktu produksi juga cepat.

“Dengan menerapkan itu, kami memiliki standar kualitas yang tetap untuk semua produk yang dihasilkan. Kehadiran YDBA bukan bicara pada volume barang yang dihasilkan. YDBA mengajarkan kami menghasilkan produk berkualitas,” terangnya.

Supriyanto menuturkan, rata-rata tiap hari UD Arum Sari bisa memproduksi 30 cangkul. Selain di Klatn, produk itu dipasok ke sejumlah daerah melalui pengepul seperti di Sragen, Ponorogo, dan Pekalongan.

Harga yang dipatok beragam, tergantung pada ukurannya, yakni sebesar Rp 50 ribu-Rp 85 ribu per unit. Saat ini, ia hanya mengalami kendala untuk pemasaran produk agar lebih massif.

Perajin cangkul lain, Didik Dwi Hartanto mengakui hal serupa. Menurut dia, kehadiran YDBA sangat positif dalam membantu para perajin cangkul.

Ia berujar, YDBA memberikan pelatihan agar pelaku usaha bisa memproduksi dengan sistematis, di mana kualitas menjadi perhatian besar.

Didik memproduksi Pacul Jawa yang dianggap lebih kuat dan diminati banyak petani di pulau ini. Tiap hari, ia bisa menghasilkan 10 cangkul yang dijual di kisaran Rp 45 ribu-Rp 50 ribu per unit. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: Vito
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved