Breaking News:

Sports

12 Klub Setuju Bergabung dengan European Super League, Ini Penyebabnya

Sebab utama pembentukan kompetisi ini diduga berasal dari potensi meraih keuntungan besar secara finansial dari hak siar dan komersial per musimnya.

Kompas.com/Istimewa
Salah satu momen dalam pertandingan Chelsea vs West Bromwich Albion di Stamford Bridge pada lanjutan pekan ke-30 Liga Inggris 2020-2021, 3 April 2021. (AFP/CLIVE ROSE) 

TRIBUNJATENG.COM - Senin (19/4/2021), sebanyak 12 klub dari berbagai kompetisi di Eropa mengumumkan keterlibatannya dalam pembentukan ajang European Super League.

Premier League, kompetisi kasta teratas Liga Inggris, menjadi penyumbang tim terbanyak dengan bergabungnya Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Kemudian ada Internazionale Milan, Juventus, dan AC Milan yang merupakan peserta kompetisi teratas Liga Italia, Serie A.

Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru Selasa 20 April 2021, Buruan Klaim untuk Dapat Skin Senjata Free Fire

Baca juga: Melisa Istri Jason Pemukul Perawat RS Siloam Diperiksa Polisi: Saya Fokus Ringankan Hukuman Suami

Baca juga: Dibesarkan Keluarga Ningrat, Paman Desiree Tarigan Orang Terkaya di Karo Sejak Jaman Dulu

Baca juga: Maling Motor Sembunyi di Atap Rumah Warga Malah Jatuh hingga Tewas

Sementara FC Barcelona bersama Atletico Madrid serta Real Madrid datang dari ajang tertinggi Liga Spanyol, LaLiga.

Mengutip pernyataan bersama ke-12 klub tersebut dari laman The Athletic, mereka menyetujui keberadaan kompetisi tandingan antarklub Eropa yang diselenggarakan tiap tengah pekan dalam musim mendatang.

Adapun sebab utama pembentukan kompetisi ini diduga berasal dari potensi meraih keuntungan besar secara finansial dari hak siar dan komersial setiap musimnya.

Seorang sumber yang dikutip laman The Athletic menyebut adanya penelitian terhadap suporter maupun penonton sepak bola usia muda dan ketertarikan pada kuantitas pertandingan antar klub besar di Eropa.

Daya tarik kuantitas pertandingan secara rutin antar klub besar Eropa itu, mendasari dibangunnya kompetisi tandingan oleh para klub yang tergiur dengan potensi pemasukan hak siar dan komersial tiap laga.

Bahkan, lembaga keuangan asal Amerika Serikat, JP Morgan, sudah mengeluarkan angka perkiraan bayaran sebuah tim jika setuju terlibat dalam kompetisi tandingan ini.

Awalnya, terdapat kesepakatan mengenai dana pembangunan infrastruktur serta pemulihan ekonomi terkait situasi pandemi Covid-19 sebesar 3,5 miliar euro (hampir menyentuh 61,2 triliun rupiah).

Halaman
12
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved