Breaking News:

BI Tak Paksa Bank Terapkan DP 0% Kredit Properti

Kebijakan DP rumah 0 persen merupakan preferensi perbankan, sehingga setiap bank tidak dipaksa dan berhak menerapkan aturan itu atau tidak.

KONTAN/Fransiskus Simbolon
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut, sejumlah perbankan telah menerapkan kebijakan relaksasi uang muka (Down Payment/DP) 0 persen untuk kredit properti.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, aturan yang sudah berlaku sejak awal Maret 2021 itu cukup membantu peningkatan kinerja KPR.

Namun, kebijakan DP rumah 0 persen merupakan preferensi perbankan, sehingga setiap bank tidak dipaksa dan berhak untuk menerapkan aturan relaksasi tersebut atau tidak.

"Sudah ada perbankan yang menerapkan relaksasi DP 0 persen. Itu menjadi preferensi bank-bank yang tentu saja berbeda dari satu bank dengan bank yang lain," katanya, dalam konferensi pers BI, secara virtual, Selasa (20/4).

"Tapi kelihatan untuk kredit kendaraan bermotor yang baru (terkait dengan  insentif PPnBM-Red) dan juga KPR mengalami peningkatan,"  tambahnya.

Terkait dengan peningkatan kinerja kredit pada sektor properti, Perry menuturkan, pertumbuhan tersebut terjadi terutama pada segmen menengah ke atas.

"Ini dapat dikatakan bahwa masyarakat menggunakan kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia untuk meningkatkan pembelian properti, baik rumah tapak maupun apartemen," jelasnya.

Adapun, BI menyebut sektor perbankan telah merespons rendahnya suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate, dengan melakukan penyesuian terhadap suku bunga dasar kredit (SBDK).

Perry menyatakan, sejak merebaknya pandemi covid-19 bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis points (bps) atau 1,5 persen, ke level terendah sepanjang sejarah 3,5 persen.

"Di sektor perbankan sejalan dengan dilakukan kebijakan transisi suku bunga, perbankan telah merespons dengan melakukan penurunan suku bunga dasar kredit," jelasnya.

Perry menyebut, penurunan SBDK paling besar dilakukan bank badan usaha milik negara (BUMN), yakni sebesar 266 bps ke level 8,7 persen. "Terima kasih bank BUMN yang menurunkan suku bunga dasar kreditnya cukup besar," ujarnya.

Sejumlah bank swasta juga disebut sudah mulai melakukan penyesuaian SBDK. Perry pun mengajak kepada bank swasta dan bank pembangunan daerah (BPD) lain untuk melakukan hal serupa.

Ia mengungkapkan, SBDK kredit mikro sudah mengalami penurunan signifikan, yakni sebesar 346 bps, tetapi masih berada di level 12,72 persen. Kemudian SDBK KPR turun 194 bps menjadi 8,19 persen, SBDK konsumsi non-KPR turun 193 bps menjadi 9,255 persen, SBDK korporasi turun 139 bps menjadi 8,26 persen, dan SBDK ritel turun 136 bps menjadi 8,84 persen.

"Alhamdulillah suku bunga dasar kredit sekarang sudah single digit, meskipun kita juga masih mengharapkan bisa turun lebih lanjut," paparnya. (Tribunnews/Bambang Ismoyo/Kompas.com/Rully R Ramli)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved