Breaking News:

Berita Purbalingga

BPJS Ketenagakerjaan Sebut 20 Persen Pekerja di Purbalingga Belum Jadi Peserta

Inpres ini memiliki semangat baru sebagai percepatan dalam upaya perlindungan jaminan ketenagakerjaan bagi para pekerja

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Istimewa
BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga saat melakukan audiensi dengan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, di Pringgitan rumah jabatan bupati Purbalingga, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga melakukan audiensi dengan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, di ruang Pringgitan rumah jabatan bupati Purbalingga, Selasa (20/4/2021). 

Tujuan dari audiensi adalah untuk mendorong jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Purbalingga. 

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Purbalingga, Mabrur Ari mengatakan, sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 semua kepala daerah diminta untuk mendorong optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Inpres ini memiliki semangat baru sebagai percepatan dalam upaya perlindungan jaminan ketenagakerjaan bagi para pekerja.

"Selama ini pemerintah pusat sudah banyak berupaya memberikan kesejahteraan bagi para pekerja.

Seperti bantuan subsidi upah dan pemberian jaminan kehilangan pekerjaan. 

Kesemuanya hanya didapat ketika pekerja sudah masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Selasa (20/4/2021). 

Selama ini Pemkab Kabupaten Purbalingga telah bersinergi baik dengan BPJS. 

Namun peluang atau potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih terbuka, terutama di sektor swasta. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved