Breaking News:

Berita Regional

Cekcok gara-gara Uang Tebusan Gadai HP Kurang Rp 50.000, Pemuda Ini Bacok Polisi yang Coba Melerai

Di Kota Binjai, seorang polisi menjadi korban penganiayaan saat berusaha melerai percekcokan.

via Intisari
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNJATENG.COM - Di Kota Binjai, seorang polisi menjadi korban penganiayaan saat berusaha melerai percekcokan.

Polisi tersebut dibacok secara membabi buta di depan istrinya.

Kejadian nahas itu menimpa personel Sat Sabhara Polres Langkat, Bripka Ade Prayoga.

Baca juga: Dibesarkan Keluarga Ningrat, Paman Desiree Tarigan Orang Terkaya di Karo Sejak Jaman Dulu

Baca juga: Melisa Istri Jason Pemukul Perawat RS Siloam Diperiksa Polisi: Saya Fokus Ringankan Hukuman Suami

Baca juga: Maling Motor Sembunyi di Atap Rumah Warga Malah Jatuh hingga Tewas

Baca juga: Rimar Atau Mark? Juara Indonesian Idol 2021 Diumumkan Pekan Depan

Korban dibacok secara membabi buta hingga bersimbah darah oleh seorang pemuda bernama Riko Supandi.

Padahal, Bripka Ade Prayoga cuma melerai cekcok mulut yang terjadi antara pelaku dengan seorang wanita bernama Kartika.

Kini Riko Supandi sudah diamankan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, kejadian berawal saat Bripka Ade Prayoga berada di rumah Kartika di Jalan Letnan Umar Baki, Gang Idaman, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, pada Minggu (18/4/2021).

Saat Bripka Ade Prayoga bersama istrinya dan Kartika sedang berbincang santai, tiba-tiba datang pelaku Riko Supandi.

Riko datang menemui Kartika untuk menebus handphone yang digadaikan pelaku seharga Rp 120 ribu.

Namun, Riko hanya membawa uang Rp 70 ribu sehingga Kartika menolak tebusan gadai tersebut.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved