Breaking News:

Berita Kudus

Ciptakan Generasi Peneris Pembatik, Tere Batik Latih Ratusan Anak Muda

Ratusan anak muda mengikuti pelatihan batik di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
YUNANSETIAWAN/YUNANSETIAWAN
Salah seorang peserta pelatihan Batik di Desa Gondangmanis, Kecamatan, Bae, Kabupaten Kudus. Pelatihan ini difasilitasi oleh Tere Batik. 

TRIBUNJATENGCOM, KUDUS - Ratusan anak muda mengikuti pelatihan batik di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin

Salah seorang peserta pelatihan Batik di Desa Gondangmanis, Kecamatan, Bae, Kabupaten Kudus. Pelatihan ini difasilitasi oleh Tere Batik.
Salah seorang peserta pelatihan Batik di Desa Gondangmanis, Kecamatan, Bae, Kabupaten Kudus. Pelatihan ini difasilitasi oleh Tere Batik. (YUNANSETIAWAN/YUNANSETIAWAN)

(19/4/2021). Pelatihan ini digelar Balai Industri Jakarta Kementerian Perindustrian yang menggandeng Tere Batik Kudus.

Teresia Leony selauku pengeloloa Tere Batik Kudus mengatakan, tujuan awal  pelatihan ini untuk mencari penerus pembatik di Kudus. Dari pelatihan ini, ungkap dia, ada yang bisa bekerja di Tere Batik atau bisa mengembangkan usaha sendiri.

Leony menceritakan tidak mudah menggelar pelatihan batik. Uang yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku pelatihan dan waktu yang dihabiskan tidak setara dengan  hasil yang didapatkan. Kebanyakan peserta pelatih tidak bisa lanjut di Tere Batik, mereka keluar di tengah jalan.

Menurutnya, melalui pelatihan ini bisa nguri-nguri budaya batik  dan bisa menemukan regenerasi pembatik di Kota Kretek ini. Selain itu itu juga bisa mengenalkan Batik Kudus kepada masyakarat luar.

”Intinya (agar) batik (Kudus) tidak hilang,” kata Leony.

Dia menambahkan, batik tidak hanya motif, tapi alat yang digunakan. Selama ini, tutur dia, batik yang diproduksinya mengikuti tren dan selera pasar. Dengan cara itu, lanjut Leony, prospek bisnis batik Kudus

Untuk itu, dia berharap masyarakat tetap mencintak budaya negeri seperti batik sehingga batik bisa diminati banyak masyarakat.

”Ini warisan budaya. Tidak lekang oleh waktu,” tandasnya.  

Sementara itu, salah seorang peserta Sivia Rahma (17) menceritakan pelatihan ini bisa menyalurkan minatnya di bidang menggambar.

Menurutnya, membatik memiliki tandangan berbeda dari menggambar pada umunya. 

Dia berharap setelah pelatihan ini bisa memiliki bekal membatik dan bisa membuat usaha sendiri di bidang batik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved