Breaking News:

Berita Pemalang

Curhat Pengusaha di Pemalang Terkait THR, Herman Minta Pemerintah Bahas Regulasi Bersama Pengusaha

Sejumlah perusahaan di Pemalang minta pemerintah menggelar pertemuan untuk membahas pembayaran THR. 

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Istimewa
Pemberian materi ke karyawan yang dilakukan manajemen PT Puncak Jaya Samudra Pemalang, di kantornya, sebelum pandemi. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Sejumlah perusahaan di Pemalang minta pemerintah menggelar pertemuan untuk membahas pembayaran THR

Pasalnya, dari awal pandemi Covid-19 hingga kini belum ada ajakan dari pemerintah untuk melakukan pembahasan mengenai THR

Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan merasa terpojokan, lantaran kebijkan menyoal THR selalu sepihak. 

"Selama ini belum ada ajakan untuk mencari solusi terbaik mengenai THR, kami juga tidak diajak untuk membahas hal itu, tau-tau keluar edaran dan kebijakan," jelas Heman Suprayogi Direktur PT Puncak Jaya Samudra Pemalang, Kepada Tribunjateng.com, Selasa (20/4/2021).

Menyoal batas waktu pembayaran THR yang ditetap H-7 Lebaran dalam edaran yang dilayangkan ke perusahaan di Pemalang dirasa memberatkan. 

"Kalau perusahaan mampu tidak masalah, tapi perlu diingat hampir semua perusahaan terdampak pandemi, tentunya ada juga yang terimbas. Hal itu juga wajib dipikirkan," paparnya. 

Herman mengatakan, jangan sampai karena beban THR terjadi gerakan PHK masal yang dilakukan perusahaan. 

"Kami pun menyadari banyak pekerja yang terdampak Covid-19, bergitu pula perusahaan. Yang kami inginkan adalah sinergi untuk mencari solusi terbaik, tanpa ada yang disudutkan lewat kebijakan dan edaran," ucapnya. 

Menurutnya, para pekarja adalah aset dan juga saudara bagi perusahaan, karena tanpa mereka perusahaan tidak akan berjalan. 

"Pemerintah harusnya hadir juga sebagai penengah, selain mendengar saran pekerja, juga menampung saran pemgusaha. Agar tercipta simbiosis mutualisame, kariawan tetap dapat haknya, pengusaha tidak terbebani," kata Herman. 

Menyoal THR yanh diperbolehkan dibayar dengan dicicil, Herman menambahkan perusahaannya tidak akan melakukan hal itu, dan akan membayar penuh hak kariawan. 

"Tidak hanya tahun ini, tahun lalu kami juga bayar secara penuh THR ke pekerja," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved