Breaking News:

Berita Semarang

Kasus Covid-19 di Semarang dari Kalangan Pendatang Mulai Bertambah

Jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang dari kalangan pendatang mulai bertambah.

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang dari kalangan pendatang mulai bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, banyak pelaku perjalanan dalam sepekan terakhir. Hal itu membuat lonjakan kasus di Kota Semarang.

Semula, kasus Covid-19 aktif rata-rata berada di angka 200 orang. Namun sepekan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan rata-rata kasus kumulatif berada di angka 300 orang.

Pihaknya mencatat terdapat 33 pasien ber-KTP luar kota datang ke tempat isolasi rumah dinas dalam kurun waktu tanggal 11 -17 April lalu. Mayoritas merupakan pelaku perjalanan dari jalur darat.

"Di rumdin seminggu ini, pasein yang datang sebagian besar KTP luar kota. Ternyata setelah saya telusuri, mereka adalah orang pendatang. Semisal, dari Jakarta ingin pulang lebih awal karena selama ramadan kegiatan mereka disana berkurang. Ada orang jualan, tukang pijat, dan lain-lain," papar Hakam, Selasa (20/4/2021).

Dinas Kesehatan, kata dia, langsung melakukan tracing atau penelusuran guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari para pendatang tersebut. Pasalnya, hal itu berimbas pada keluarga yang didatangi karena mobilitas seseorang berpengaruh terhadap kenaikan kasus. Terlebih, jika penerapan protokol kesehatannya jelek.

Jika di dalam keluarga tidak menerapkan protokol kesehatan ketat, kasus Covid-19 dari pelaku perjalanan dapat merambah hingga klaster keluarga.

Pihaknya berkomunikasi dan berkoordinasi demgan seluruh stakeholder yang ada untuk melakukan pencegahan terutama mengedukasi masyarakat bahwa di dalam rumah harus tetap disiplin protokol kesehatan diantaranya mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Diakui Hakam, okupansi tempat tidur baik di rumah sakit atau rumah dinas mengalami kenaikan. Semula tingkat okupansi sebesar 20 persen, kini naik menjadi 30 persen. Selain dari penambahan dari para pendatang, kenaikan kasus juga imbas dari libur panjang akhir pekan beberapa waktu lalu.

"Momen cuti nyadran kemarin cukup membuat kasus naik. Sebenarnya sejak Maret, kami telah lakukan antisipasi agar tidak terjadi kenaikan kasus pada cuti nyadran, libur idulfitri, dan pembelajaran tatap muka (PTM)," jelasnya.

Hakam kembali mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Dia tidak ingin ada lonjakan kasus pada momen idulfitri dan pembelajaran tatap muka (PTM) nanti.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved