Breaking News:

Pemuda Blora Bangunkan Warga Sahur Geber Motor, Disebut Tongtongklek

Polres Blora memanggil sejumlah perwakilan pemuda yang terlibat dalam aksi membangunkan sahur sehingga menimbulkan kerumunan.

Istimewa
Perwakilan pemuda yang terlibat dalam aksi tong-tonglek atau membangunkan sahur yang menimbulkan kerumunan dan kebisingan saat dipanggil di Polres Blora 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Polres Blora memanggil sejumlah perwakilan pemuda yang terlibat dalam aksi membangunkan sahur sehingga menimbulkan kerumunan.

Sejumlah pemuda yang dipanggil datang dari Kecamatan Bogorejo, Jepon, dan Blora itu dikumpulkan di aula Arya Guna, Selasa (20/4/2021) untuk diberi pembinaan sekaligus arahan.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama yang diwakili Wakapolres, Kompol Rubiyanto, mengatakan, tujuan dari pembinaan dan arahan kepada para pemuda bahwa yang dilakukan itu kurang tepat meski di dalamnya terdapat niat baik.

"Selain mengganggu warga yang tengah beristirahat apalagi ditengah pendemi Covid-19 yang masih menjadi perhatian pemerintah. Dengan mereka beramai-ramai bergerombol itu melanggar protokol kesehatan Covid-19," kata Kompol Rubiyanto.

Rubiyanto menambahkan, dari informasi yang diterima meskipun kegiatan tersebut tidak direncanakan karena hanya saling mengajak ketika bertemu di jalan, namun mereka tetap melanggar protokol kesehatan.

Oleh karena itu, dari perbuatan yang dilakukan para pemuda tersebut, mereka harus membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan mengulangi kegiatan serupa.

“Saya perintahkan untuk Kapolsek Blora, Jepon dan Bogorejo membuatkan surat pernyataan kepada para pemuda ini agar tidak mengulangi kegiatan tongtongklek (kegiatan membangunkan) sahur dengan mengabaiakan protokol kesehatan ditengah pendemi Covid-19. Apabila melanggar akan akan dikenakan sanksi tegas.” Katanya.

Diketahui, ratusan pemuda terlibat aksi membangunkan sahur serentak di Alun-alun Blora atau di depan rumah dinas Bupati Blora pada Minggu (18/4/2021) dini hari. Para pemuda itu menggunakan sejumlah truk dan pikap. Beberapa di antaranya membawa sepeda motor sembari menggeber gas sehingga menimbulkan suara bising. Aksi yang dilakukan para pemuda itu direkam dan tersebar ke sejumlah aplikasi percakapan Whatsapp. Dari video yang beredar, sebagian besar pemuda tersebut terlihat tanpa mengenakan masker.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved