Breaking News:

Presiden Xi Jinping Serukan Keadilan bagi Semua Negara di Dunia

Presiden China, Xi Jinping menyerukan bahwa aturan internasional tidak boleh ditetapkan hanya oleh satu atau beberapa negara.

net
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Presiden China, Xi Jinping, pada Selasa (20/4), mengklaim negaranya tidak akan mengejar dominasi atas negara lain, terlepas dari seberapa kuat pengaruh negara itu di dunia.

Pemimpin Partai Komunis China itu juga menyerukan pemerintahan global yang lebih adil dan setara.

"Betapapun kuatnya kami tumbuh, China tidak akan pernah mencari hegemoni, ekspansi, atau lingkup pengaruh. China juga tidak akan pernah terlibat dalam perlombaan senjata," kata Xi, pada upacara pembukaan The Annual Boao Forum for Asia, melansir CNBC.

Xi juga kembali mengklaim, China adalah pemenang dalam globalisasi dan sistem perdagangan multilateral. Ia menyerukan bahwa aturan internasional tidak boleh ditetapkan hanya oleh satu atau beberapa negara.

Tanpa menyebut nama negara mana pun, Xi menyatakan, negara-negara besar harus berperilaku sesuai dengan status mereka dan dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar.

Ia juga mengkritik mentalitas 'Perang Dingin' dan 'konfrontasi ideologis'. Negara mana pun yang mencampuri urusan dalam negeri orang lain, menurutnya, tidak akan mendapatkan dukungan dari siapa pun.

"Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni," ucapnya, melansir Reuters.

Pernyataan Xi muncul ketika hubungan AS-China dimulai dengan awal yang buruk di bawah pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

AS, Inggris Raya, Jepang, dan lainnya telah berbicara menentang China. Negara-negara itu telah menyuarakan kekhawatiran bahwa meningkatnya pengaruh politik dan ekonomi China telah mengancam tatanan global.

Mereka menyorot masalah-masalah mulai dari otonomi Hong Kong (wilayah administratif khusus China), hingga tuduhan pelanggaran HAM yang serius di China barat.

Beijing juga menuduh Washington ikut campur dalam urusan dalam negerinya. Bulan lalu, Biden mengatakan, China memiliki tujuan besar untuk menjadi negara terkemuka, negara terkaya di dunia, dan negara paling kuat di dunia.

Presiden AS itupun berjanji tidak akan membiarkan hal itu terjadi di bawah pengawasannya. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved