Breaking News:

Tak Ingin Taiwan Makin Dekat AS, China Pilih Perang

China telah mengeluarkan peringatan keras kepada Taiwan dengan lebih memilih perang daripada mengizinkan negara itu menjalin hubungan dekat dengan AS.

Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP
ilustrasi - pesawat tempur China terbang di wilayah udara Taiwan 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - China telah mengeluarkan peringatan keras kepada Taiwan dengan mengatakan Beijing lebih memilih perang daripada mengizinkan negara itu menjalin hubungan yang lebih dekat dengan AS.

Melansir Express.co.uk, jet militer China tampak kembali melakukan penerbangan lain di atas lagit Taiwan, saat delegasi pejabat tinggi AS mengunjungi pulau itu.

Sebagai tanggapan, Beijing mengatakan kepada Taipei bahwa setiap upaya untuk memperkuat hubungan dengan AS akan gagal.

Kantor Urusan Taiwan China mengumumkan kekuatan serangan dari 25 pesawat tempur, pembom, dan pengintai China yang terbang di atas Taipei akan mengirim pesan ke pulau itu.

Dalam peringatan yang keras, juru bicara China, Ma Xiaoguang menyatakan: “Sinyal yang diberikan oleh latihan militer adalah bahwa kami bertekad untuk menghentikan kemerdekaan Taiwan, dan menghentikan Taiwan untuk bekerja dengan AS. Kami melakukannya dengan tindakan."

"Kami tidak bisa berjanji untuk tidak menggunakan aksi kekerasan, dan mempertahankan opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan.”

Sebelumnya, situasi panas menyelimuti Laut China Selatan. Saat USS Theodore Roosevelt dan kelompok tempurnya memasuki Laut China Selatan, kapal induk China Liaoning dan armadanya mengelilingi Taiwan.

Ketika kedua armada bertemu, sebanyak 25 pesawat China, yang termasuk 14 pesawat tempur J-16 dan empat pembom strategis H-6K, menerobos masuk ke wilayah udara di dekat Pulau Pratas di Taiwan.

Media pemerintah China The Global Times mengatakan, latihan yang dilakukan oleh PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) berfungsi sebagai peringatan bagi para separatis Taiwan dan AS setelah keduanya melakukan serangkaian gerakan provokatif.

"PLA mengambil langkah pragmatis untuk memastikan hal itu dapat secara efektif menyatukan kembali pulau Taiwan jika itu yang terjadi," jelas The Global Times.

Express.co.uk memberitakan, pada hari Rabu pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengirimkan delegasi yang terdiri dari seorang mantan Senator AS dan dua mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS ke Taiwan untuk berbicara dengan para pemimpin Taipei tentang China.

Chris Dodd, senator Demokrat dari Connecticut, didampingi oleh dua mantan wakil menteri luar negeri, James Steinberg dan Richard Armitage, bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Seorang pejabat pertahanan Taiwan juga mengklaim Taipei ingin membeli rudal jelajah jarak jauh dari AS yang bisa diluncurkan melalui udara. Hal itu sebagai langkah melengkapi sistem persenjataannya, sebagai tanggapan atas agresi China.

Lee Shih-chiang, kepala departemen perencanaan strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, mengatakan, Taipei akan membeli sistem senjata AGM-158 Lockheed Martin Corp jika AS mengizinkan. Rudal AGM-158 dapat memiliki jangkauan hampir 1.000 km (621 mil) tergantung pada modelnya. (Kontan.co.id)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved