Breaking News:

Berita Karanganyar

Ada 9 SMP di Karanganyar yang Bakal Gelar Ujian Sekolah Secara Luring

Meski ujian sekolah tingkatan SMP di Kabupaten Karanganyar digelar secara daring, ada sembilan sekolah yang akan menggelar ujian sekolah secara luring

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Pemberian motivasi kepada kepala sekolah secara daring dalam rangka ujian sekolah di Setda Karanganyar, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Meski ujian sekolah tingkatan SMP di Kabupaten Karanganyar digelar secara daring, ada sembilan sekolah yang akan menggelar ujian sekolah secara luring. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, ujian sekolah SD tetap digelar secara luring dengan sistem lembar ujian diambil orang tua murid untuk dikerjakan siswa di rumah. 

Setelah selesai dikerjakan, lembar jawab ujian akan dikumpulkan ke sekolahan masing-masing. Sedangkan ujian sekolah SMP tetap digelar secara daring. 

"Tapi ada beberapa sekolahan swasta(SMP) yang tidak cukup punya kemampuan daring kita izinkan luring. Nanti kita pantau, kita awasi melalui Satgas Kecamatan dan Desa," katanya kepada Tribunjateng.com usai pemberian motivasi kepada kepala sekolah dalam rangka ujian sekolah secara daring di Setda Karanganyar, Rabu (21/4/2021). 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa mengatakan, jumlah siswa SD yang akan mengikuti ujian sekolah ada 11.968 siswa. Sedangkan siswa SMP ada sebanyak 10.522 siswa.

Dia menuturkan, ada sembilan sekolahan yang menggelar ujian secara luring. Mayoritas sekolah swasta dan menggunakan sistem pendidikan pondok pesantren. Namun secara keseluruhan ujian sekolah SMP digelar secara daring.

Sementara itu, ujian SD digelar secara luring. Menurutnya, guru yang belum menerima vaksin dan adanya peningkatan kasus Covid-19 menjadi pertimbangan ujian sekolah yang semula direncanakan digelar secara tatap muka diubah menjadi mengerjakan soal di rumah.

Sehingga setelah soal selesai dikerjakan, orang tua akan mengumpulkan lembar jawaban ke sekolahan. 

"Ada jadwalnya, sehingga waktu mengembalikan lembar jawaban ke sekolahan tidak terlalu lama," ungkapnya. 

Apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan orang tua siswa tidak mengambil soal ujian, lanjutnya, pihak sekolah akan menghubungi orang tua. Jika tidak ada respon dari orang tua siswa, sekolah memberikan alternatif dengan ujian susulan.

Tarsa menambahkan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bagi siswa ketika dinyatakan lulus sekolah. Seperti menyelesaikan seluruh program pembelajaran dibuktikan dengan raport kelas 1-6 bagi siswa SD dan raport kelas VII-IX bagi siswa SMP. 

Selain itu, siswa memiliki sikap baik dan mengikuti ujian sekolah dan dinyatakan lulus. Adapun ujian sekolah SD digelar mulai 26-30 April 2021. Sedangkan ujian sekolah SMP digelar mulai 26 April hingga 3 Mei 2021. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved