Breaking News:

Berita Keuangan

Bank Indonesia Longgarkan Kebijakan Penukaran UPK 75, Kini Satu KTP Bisa Dapat 100 Lembar

Mengingat UPK 75 tahun RI ini dapat digunakan untuk bertransaksi dan berbagi selama periode ramadan

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy (tengah), saat memberikan paparan di acara konferensi Pers yang berlangsung di Hotel Primebiz Tegal, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Masih minimnya peredaran Uang Peringatan Kemerdekaan RI ke-75 (UPK 75), Bank Indonesia akhirnya membuat kebijakan untuk melonggarkan aturan dari yang awalnya satu KTP hanya bisa menukar satu lembar saja, sekarang satu KTP bisa untuk menukar maksimal 100 lembar UPK 75

Dengan kata lain, Bank Indonesia membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapat UPK 75 melalui penukaran di seluruh kantor BI dan jaringan bank. 

Mengingat UPK 75 tahun RI ini dapat digunakan untuk bertransaksi dan berbagi selama periode ramadan. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy, pada acara konferensi Pers yang berlangsung di Hotel Primebiz Tegal, Selasa (20/4/2021) kemarin. 

Taufik menjelaskan, dengan adanya kebijakan pelonggaran penukaran UPK 75 ini pihaknya berharap bisa mempercepat pendistribusian UPK 75

Karena masih banyak masyarakat yang merasa sayang untuk bertransaksi menggunakan UPK 75 ini sehingga mereka lebih memilih untuk menyimpan dan dijadikan sebagai koleksi. 

Padahal UPK 75 adalah uang resmi atau uang yang sah digunakan untuk alat bertransaksi seperti uang pada umumnya. 

"Jika semula satu orang atau satu KTP hanya bisa menukar satu lembar UPK 75, sekarang melalui kebijakan baru satu KTP bisa menukar maksimal 100 lembar UPK 75. Penukaran bisa dilakukan setiap hari, jadi semisal hari Selasa sudah menukar 100 lembar besoknya mau menukar 100 lembar lagi tidak masalah," jelas Taufik, pada Tribunjateng.com, Selasa (20/4/2021) kemarin. 

Bank Indonesia pun gencar mensosialisasikan dan memberikan edukasi ke masyarakat mengenai uang edisi Rp 75 ribu ini. 

Sebagaimana fungsi uang dapat digunakan untuk bertransaksi dan uang pembayaran yang sah, jadi bukan suatu barang langka yang kemudian dikoleksi oleh masyarakat. 

"Untuk memudahkan, masyarakat bisa melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi penukaran pintar yaitu di https://pintar.bi.go.id. Kami akan melayani penukaran UPK 75 ini termasuk jaringan bank lainnya. Intinya masyarakat tidak perlu menjadikan uang edisi Rp 75 ribu ini sebagai koleksi, karena dari kami pun mencetak dalam jumlah banyak sehingga harapannya bisa segera didistribusikan secara masif," pungkasnya. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved