Breaking News:

Berita Semarang

Dewan Minta Pemprov Jateng Evaluasi Penerapan Prokes di Sekolah Sebelum Diberlakukan PTM

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Jasiman, meminta agar pemerintah melakukan evaluasi penerapan prokes PTM.

Istimewa
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Jasiman 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Jasiman, meminta agar pemerintah melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebelum diterapkannya PTM di seluruh sekolah di Jawa Tengah.

Hal itu merupakan respon Jasiman atas meninggalnya 3 orang guru di SMAN 1 Gondang, Sragen, akibat Covid-19 pada pekan lalu. Meskipun sekolah terkait bukan termasuk sekolah yang menjadi uji coba penerapan PTM di Jawa Tengah.

Jasiman khawatir jika tidak dilakukan pengetatan penerapan prokes, juga penerapan PTM sesuai SKB 4 menteri tentang PTM, maka kejadian serupa akan terulang.

"Pertama-tama saya ucapkan belasungkawa atas berpulangnya 3 pahlawan pendidikan (guru) di Sragen. Sekaligus juga seharusnya menjadi bahan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan pendidikan sebelum melakukan PTM secara menyeluruh," katanya, Rabu (21/4/2021).

Menurut Jasiman, PTM hanya bisa diterapkan secara utuh oleh sekolah yang telah mengikuti SKB 4 Menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sebelum PTM harus dipastikan semua guru, kepala sekolah, dan semua unsur tenaga pendidikan harus sudah di vaksin. Karena Menteri Pendidikan menyebutkan bahwa tenaga pendidikan, terutama pendidikan dasar akan menjadi priotitas dalam vaksinasi dengan melihat kebutuhan dan dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Di satu sisi, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka saat ini menjadi sebuah dilema di mana dalam kondisi pandemi yang menuntut tidak melakukan banyak aktivitas di luar, tapi juga dihadapkan dengan derasnya arus permintaan dari tenaga pendidikan yang menginginkan diterapkannya PTM terutama kalangan pendidikan dasar seperti Paud, TK, SD, yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran online.

"Sebetulnya PTM merupakan respon pemerintah terhadap derasnya permintaan agar segera diselenggarakannya sekolah tatap muka. Karena banyaknya orang tua murid juga tenaga pendidikan tingkat dasar yang mengalami kesulitan dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” terangnya.

Ia mengakui, tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran untuk usia dini tidak mudah juga dalam pendidikan dasar. Selain itu juga dibutuhkan pendidikan karakter di samping pembelajaran keilmuan.

Ia pun mengaku menerima keluhan dari orang tua yang juga mengalami kesulitan dalam mengajarkan pelajaran di rumah baik karena kesibukan maupun kapasitas orang tua dalam mengajarkan mata pelajaran.

"Saya menerima aduan orang tua yang kesulitan mengajarkan anaknya, di mana para orang tua sudah lama tidak belajar kemudian diminta untuk mengajarkan semua mata pelajaran di tingkat SD. Tentunya tidak akan maksimal," ungkapnya.

Tentunya, katanya, dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menemukan formula yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang efektif namun dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.

Seperti yang kita ketahui, Jawa Tengah melakukan ujicoba penerapan sekolah dengan pertemuan tatap muka pada pada tanggal 5 April sampai 16 April lalu yang digelar di 140 satuan pendidikan (sekolah) di berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved