Breaking News:

Berita Nasional

Kemendikbud Minta Maaf Nama KH Hasyim Asyari Hilang dalam Kamus Sejarah Indonesia

Sejumlah pihak menyoroti Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kompas.com/Istimewa
Foto KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.(KOMPAS.COM/Tebuireng Online) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Sejumlah pihak menyoroti Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pasalnya, kamus tersebut dinilai memuat banyak kejanggalan di dalamnya.

Kamus Sejarah Indonesia itu terdiri dari dua jilid, yang memuat informasi atau istilah kesejarahan dalam kurun waktu 1900 hingga 1988.

Baca juga: 12 Quotes dan Kata-kata Bijak RA Kartini untuk Wanita Indonesia

Baca juga: Jozeph Paul Zhang Tersangka Penistaan Agama yang Miliki 53,6 Ribu Subscriber & 595 Video

Baca juga: Kode Redeem ML Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar di Mobile Legends

Baca juga: Melisa Istri Jason Pemukul Perawat RS Siloam Diperiksa Polisi: Saya Fokus Ringankan Hukuman Suami

Sayangnya, kamus yang seharusnya menggambarkan informasi kesejarahan Indonesia tersebut diprotes karena dalam buku jilid I tidak mencantumkaan keterangan terkait kiprah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari.

Padahal, Hasyim Asy'ari dikenal sebagai pahlawan nasional yang mendorong tercapainya kemerdekaan Indonesia.

Pada jilid II, tidak ada nama Soekarno dan Mohammad Hatta dalam entry khusus.

Padahal nama tersebut masuk pada penjelasan di awal kamus.

Sedangkan, nama-nama tokoh yang dinilai tidak jelas kontribusinya dalam proses pembentukan maupun pembangunan bangsa justru masuk entry khusus untuk diuraikan latar belakang personalnya.

Minta Ditarik

Sejumlah kejanggalan dalam Kamus Sejarah Indonesia kemudian membuat Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda protes dan meminta Kemendikbud menarik sementara kamus tersebut.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved