Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

KPw BI Tegal Siapkan Penukaran Uang Rupiah Rp 2,95 Triliun di Wilayah Pantura

Adapun jumlah tersebut disediakan untuk wilayah pantura Brebes, Tegal (Kota/Kabupaten), Pemalang, Pekalongan, dan Batang

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy (tengah), saat memberikan paparan di acara konferensi Pers yang berlangsung di Hotel Primebiz Tegal, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pada periode ramadan-idul fitri 1442 H Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,95 triliun.

Adapun jumlah tersebut disediakan untuk wilayah pantura Brebes, Tegal (Kota/Kabupaten), Pemalang, Pekalongan, dan Batang. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy, pada acara konferensi Pers yang berlangsung di Hotel Primebiz Tegal, Selasa (20/4/2021). 

Dijelaskan, jumlah Rp 2,95 triliun tersebut meningkat sebesar 13,59 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,59 triliun. 

Taufik juga menyebut Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Indonesian Standard (QRIS). 

"Kami memastikan uang yang beredar di masyarakat dalam jumlah dan pecahan uang cukup dan layak edar. Sampai triwulan 1 tahun 2021 KPwBI Tegal telah mengedarkan uang sebanyak Rp 2,87 triliun atau meningkat 15,20 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 2,49 triliun," papar Taufik, pada Tribunjateng.com. 

Terkait penukaran uang rupiah periode ramadan-idul fitri 1442 H di wilayah pantura bisa dilakukan di seluruh Bank, baik Bank milik pemerintah maupun swasta termasuk di Bank Indonesia. 

"Masyarakat bisa melakukan penukaran uang dalam jumlah besar melalui perbankan dan instansi sejak Maret 2021. Selanjutnya perbankan melayani penukaran kepada masyarakat melalui jaringan kantor yang tersebar di wilayah eks karesidenan Pekalongan," katanya. 

Sementara itu, dari sisi pembayaran non tunai kebijakan physical distansing dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), berdampak pada aktivitas ekonomi secara fisik dan mengarah pada peningkatan aktivitas ekonomi yang meminimalkan kontak fisik. 

Adapun dampak lainnya yaitu perubahan perilaku di masyarakat dalam memilih media pembayaran yang beralih ke pembayaran digital seperti QRIS. 

"Pada tahun 2020 merchant yang menggunakan QRIS sebanyak hampir 6 juta atau tepatnya 5,9 juta. Sedangkan tahun ini Bank Indonesia menargetkan sebanyak 12 juta merchant di seluruh Indonesia sudah menggunakan QRIS. Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai karena kami juga terus mensosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya. 

Taufik menambahkan, nantinya pihak BI juga akan mengenalkan QRIS TTM (tanpa tatap muka). 

QRIS TTM melengkapi metode pembayaran jarak jauh yang mudah bagi pengguna di satu aplikasi di dalam satu gadget. 

Inovasi QRIS ini membantu pelaku UKM, pelaku usaha, donatur atau pembayar tetap lainnya untuk dapat bertransaksi secara daring. Secara tidak langsung QRIS telah mendukung pengembangan inklusi ekonomi.

"Fungsinya semisal masyarakat membeli barang secara online, tinggal dikirim kode QRIS nya, dan langsung bisa transaksi entah pakai Gopay, OVO, dan lain-lain. Intihya kami ingin memudahkan masyarakat dan mengurangi resiko penularan Covid-19 melalui QRIS TTM ini," pungkasnya. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved