Happy Ramadhan
Memasuki Bulan Ramadhan, Penjual Buah Kurma Alami Peningkatan Penjualan
Memasuki bulan Ramadhan, memberikan berkah tersendiri bagi para penjual buah kurma.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki bulan Ramadhan, memberikan berkah tersendiri bagi para penjual buah kurma.
Pasalnya, buah yang satu ini kerap dicari masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. Hal ini pun berdampak pada peningkatan penjualan buah kurma.
Peningkatan penjualan buah kurma ini pun diakui oleh satu di antara Karyawan Toko Marwa, Oh.
Toko yang menyediakan berbagai kebutuhan haji dan umroh yang berada di Jalan Kauman, Semarang, dikatakan Oh mengalami peningkatan penjualan buah kurma sekira 30 persen dibandingkan dengan masa sebelum bulan Ramadan.
“Toko Marwa mengalami peningkatan penjualan buah kurma sekira 30 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan buah kurma merupakan salah satu buah yang paling banyak dicari konsumen saat bulan Ramadan, terutama untuk dikonsumsi saat berbuka puasa,” terang Oh kepada Tribun Jateng, Selasa, (20/4/2021).
Adapun Toko Marwa menyediakan berbagai merek kurma kepada konsumen, diantaranya seperti Gizza, Khalas, Sayer, Royal Palm, Sun Fruit, Al Samira.
Dengan harga mulai dari Rp 30 ribu per kilogram hingga Rp 250 ribu per kilogram.
“Kalau untuk merek yang paling banyak dibeli konsumen, biasanya yang Gizza. Sementara untuk jumlah pembeliannya tidak menentu, tergantung dengan masing-masing konsumen,” jelasnya.
Tak jauh dari Toko Marwa, Mulyani yang merupakan penjual buah kurma dari Klaten juga merasakan hal yang senada.
“Saya sudah berjualan dari hari Senin, (12/4/2021), satu hari sebelum puasa. Setiap tahunnya juga selalu berjualan kurma disini, hanya saja tahun lalu sewaktu awal adanya pandemi sempat di bulan Ramadan tidak berjualan dulu,” ucap Mulyani.
Di kios miliknya, Mulyani juga menawarkan beraneka ragam merek buah kurma, seperti Golden Super, Sukari, Palm Fruit, Kalas, Slayer, dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 40 ribu per kilogram hingga Rp 120 ribu per kilogram.
“Kalau di masa Ramadan seperti sekarang ini, bisa dikatakan sebagai musim panen untuk penjual buah kurma. Adapun para pembeli, biasanya tidak mengutamakan harga buah kurmanya sendiri, melainkan lebih kepada kualitasnya,” imbuhnya.
Untuk jumlah pembelian dari konsumen, dikatakan Mulyani tidak menentu.
“Beda-beda kalau jumlah pembeliannya, tergantung dari konsumen. Kadang ada yang beli 1 kilogram, ada yang beli 1 karton langsung. Kami juga bersyukur walaupun penjualan di tahun ini masih ada pandemi covid-19, namun tidak mempengaruhi penjualan, hingga kini penjualan buah kurma tetap stabil karena tetap banyak dicari konsumen ketika bulan Ramadan,” tandasnya. (Ute)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mulyani-satu-diantara-penjual-buah-kurma-di-kawasan-jalan-kauman-semarang.jpg)