Breaking News:

Militer AS Sebut Korut Terus Jadi Tantangan Keamanan

Korut telah menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dirancang untuk menyerang seluruh AS, dan memiliki persediaan besar rudal balistik teater.

Kompas.com
Ilustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020. (KRT via AP) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Korea Utara (Korut) dinilai terus menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat (AS), baik di kehidupan nyata maupun dunia maya. Hal itu diungkapkan, pejabat tinggi militer AS pada Selasa (20/4).

"Korea Utara tetap menjadi tantangan keamanan bagi Amerika Serikat dan sekutu kami," kata Laksamana Charles Richard, Komandan Komando Strategis AS (USSTRATCOM), seperti dikutip Yonhap.

"Korea Utara terus melakukan aktivitas yang mengancam stabilitas regional dan menentang norma-norma internasional," ujarnya, dalam pernyataan tertulis kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Selain itu, dia mengungkapkan, Korut telah menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dirancang untuk menyerang seluruh AS, dan memiliki persediaan besar rudal balistik teater.

Jenderal James Dickinson, Komandan Komando Luar Angkasa AS, menyebut, Korut juga menjadi ancaman bagi operasi luar angkasa AS dengan kemampuan serangan sibernya.

"Iran dan Korea Utara terus memajukan ancaman antariksa mereka sendiri melalui serangan siber, gangguan, dan perang elektronik," katanya, dalam pernyataan tertulis terpisah kepada Senat AS.

"Korea Utara juga mempertahankan ancaman terhadap operasi luar angkasa melalui kemampuan peperangan elektroniknya, dengan penekanan pada operasi penipuan dan gangguan GPS," jelasnya.

Dickinson menyatakan, teknologi untuk mengembangkan dan mematangkan kemampuan serangan siber Korut terus meningkat, bersama dengan kemampuan mereka untuk mengembangkan sistem peluncuran rudal jarak jauh yang lebih canggih.

Ia pun menekankan, AS harus terus berinvestasi dan mengembangkan kemampuan untuk tetap berada di depan musuh seperti Korut.

"Satu cara musuh yang kurang berkembang ini berusaha untuk melompati atau meniadakan keunggulan kami adalah dengan memanfaatkan kemampuan yang tersedia secara komersial," ungkapnya. 

"Kemampuan ini memberi mereka dukungan militer yang sebagian efektif membantu mereka menavigasi, mengumpulkan intelijen, berkomunikasi, dan sebaliknya mencapai kompetensi yang hingga saat ini merupakan bidang eksklusif dari kekuatan luar angkasa yang lebih maju," imbuh dia.

Richard menambahkan, AS akan terus bekerja dengan sekutu untuk melakukan denuklirisasi Korut secara diplomatis.

"USSTRATCOM mendukung upaya Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri AS untuk berkoordinasi dengan mitra regional, mengurangi ketegangan militer, dan melakukan upaya diplomatik untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara," katanya. (Kontan.co.id)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved