Breaking News:

Universitas Karangturi Semarang

Pengelolaan Keuangan Era Pandemi Covid-19

Pada era pandemi covid-19 ini, pendapatan masyarakat sangat mengkhawatirkan. Kita dituntut agar bisa menggunakan anggaran dan pengelolaan keuangan

IST
Ferdyan Wana Saputra SE MAk, dosen S1 Akuntansi Unkartur Semarang 

Oleh: Ferdyan Wana Saputra SE MAk
Dosen S1 Akuntansi Universitas Karangturi Semarang

PADA era pandemi covid-19 ini, pendapatan masyarakat sangat mengkhawatirkan. Kita dituntut agar bisa menggunakan anggaran dan pengelolaan keuangan yang bijak dan tepat agar bisa survive dalam menjalankan kehidupan di masa pandemi. Adapun strategi dan tips pengelolaan keuangan yang baik adalah sebagai berikut :

Susunlah skala prioritas dalam menyusun anggaran pengeluaran agar dapat mengelompokkan kebutuhan yang utama dan kebutuhan sekunder. Anggaran pengeluaran dibagi dalam beberapa pos dan kebutuhan primer harus mendapat persentase lebih besar seperti biaya makan sehari-hari. Kesampingkan biaya hiburan dan ganti menjadi biaya dana darurat. Contohnya gunakan persentase pengeluaran 10, 20, 30 dan 40 yang artinya 40% untuk biaya hidup sehari-hari, 30% untuk dana darurat dan biaya cicilan (jika ada), 20% untuk investasi dan 10% untuk tabungan.

Mencari sumber penghasilan tambahan. Pada era pandemi covid-19 ini, segala sesuatu dilakukan secara online. Kita harus pandai dalam memanfaatkan keadaan saat ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti berjualan secara online. Masyarakat lebih cenderung saat ini untuk membeli sesuatu secara online lewat ecommerce atau media sosial. Banyak produk yang bisa kita tawarkan pada konsumen agar tertarik membeli produk yang kita jual. Caranya adalah kita dapat menjual produk yang sedang tren atau sangat dibutuhkan masyarakat saat ini seperti masker, handsanitizer atau produk tie dye yang sedang tren di kalangan anak muda.

Hindari pengeluaran tersier dengan pembayaran cicilan. Kita semua memiliki keinginan untuk membeli barang-barang tersier. Akan tetapi jangan lakukan dengan metode kredit cicilan karena nantinya akan menambah beban pengeluaran pribadi. Sebaiknya gunakan dana tersebut untuk aktivitas yang produktif seperti investasi atau memenuhi keinginan yang dapat dijangkau dengan dana yang telah kita anggarkan.

Lakukan investasi untuk jangka pendek dan jangka panjang. Kita harus melakukan penganggaran untuk dana investasi. Usahakan jenis investasi yang dipilih sesuai dengan tingkat profil resiko kita. Jika tingkat profil resiko kita rendah, carilah jenis investasi yang memiliki risiko rendah seperti reksadana, emas, tanah atau deposito. Namun return yang kita dapatkan tidak sebanyak dengan investasi yang mengandung resiko tinggi.

Alokasikan sedikit dana untuk keinginan kita. Hal ini diperlukan untuk memenuhi keinginan kita agar dapat apresiasi diri dan melepas stres setelah bekerja keras mencari penghasilan dalam menjalankan kehidupan ini. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192, Semarang. Telp. 024-3545882/08112710322 atau IG @universitasnasionalkarangturi

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved