Breaking News:

Puisi

Puisi Percakapan Selat Umbu Landu Paranggi

Puisi Percakapan Selat Umbu Landu Paranggi: Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan sepi yang lalu dingin gumam terbantun di buritan

tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN Butuh nyali besar. Kalau bukan urusan perut, kami tak akan melaut 

Puisi Percakapan Selat Umbu Landu Paranggi

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Percakapan Selat Umbu Landu Paranggi:

Percakapan Selat

Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan
sepi yang lalu dingin gumam terbantun di buritan
juluran lidah ombak di bawah kerjap mata, menggoda
di mana-mana, di mana-mana menghadang cakrawala

Laut bersuara di sisi, makin berbenturan dalam kenangan
rusuh yang sampai, gemas resah terhempas di haluan
pusaran angin di atas geladak, bersabung menderu
di mana-mana, di mana-mana, mengepung dendam rindu

Menggaris batas jaga dan mimpikah cakrawala itu
mengarungi perjalanan rahasia cintakah penumpang itu
namun membujuk jua langkah, pantai, mega, lalu burung-burung

Mungkin sedia yang masuk dalam sarang dendam rindu
saat langit luputkan cuaca dan laut siap pasang
saat pulau-pulau lengkap berbisik, saat haru mutlak biru.

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved