Breaking News:

Berita Kendal

Puslitarkenas Gali Dua Lokasi Temuan Candi di Rowosari Kendal

Tim Puslitarkenas Kemendikbud lakukan penggalian 2 lokasi yang ditemukan candi di Dusun Boto, Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penggalian temuan candi di Dusun Boto Tumpang Desa Karangsari Kecamatan Rowosari Kendal, Rabu (21/4/2021). 

Dengan penemuan ini, Agustijanto bakal mengajak Pemerintah Daerah Kendal duduk bersama agar peninggalan sejarah ini bisa dilestarikan. Dengan itu, ada pembicaraan terkait pentingnya nilai kontruksi sejarah nasional, aset daerah, hingga pendidikan ilmu pengetahuan.

"Harapan ini bisa dipugar dan dilestarikan, bisa dibuat wisata budaya. Yang unik ini candi pra Mataram. Candi ini pada periode pemakaiannya sebagai tempat stupa pemujaan pada zamanya. Hanya saja, saat ini masih terkendala penggalian karena banyaknya air yang muncul, sedikit-sedikit," tuturnya. 

Selain di Rowosari, Puslitarkenas juga menemukan dan menggali beberapa titik temuan candi di Trisobo Kecamatan Boja dan Tegalsari Kecamatan Kangkung. 

Komplek tersebut kini menjadi cagar budaya situs boto tumpang yang dilindungi oleh Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Seorang warga, Suprabowo (57) mengatakan, awal mula penemuan bangunan candi saat ia menggali pekarangan depan rumahnya untuk tempat pembuangan sampah sedalam 1 meter. 

Namun, ia menemukan batu bata yang tertata rapi sehingga penggalian tidak diteruskan dengan alasan khawatir terjadi apa-apa. "Gak saya teruskan karena ada cerita ada bangunan mau dibuat masjid jaman dulu yang terpendam tanah," terangnya. 

Hingga akhirnya, Suprabowo mendapati tim arkeolog yang menunjuk halaman depan rumahnya diduga terpendam bangunan peninggalan sejarah berupa candi. 

Ia dan beberapa warga sekitar pun diminta melakukan penggalian pertama pada 2019 diteruskan pada 2021. Hingga kini sudah tergali sedalam 4 meter dan menemukan bangunan benteng (tembok) utama candi setinggi 3 meter. 

Suprabowo berharap penemuan bangunan sejarah ini bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah agar menjadi tempat wisata sejarah baru di Kendal. Guna meningkatkan pendapatan warga sekitar agar perekonomian masyarakat Karangsari meningkat.

"Penggalian kurang lebih 4 meter, belum sampai lantai. Nantinya kalau bisa dibikin tempat rekreasi, biar rame, desa maju ekonomi tambah. Kalau jadi wisata bisa menambah penghasilan warga desa. Rencana penggalian sampai 5 kali," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved