Breaking News:

Berita Semarang

Uji Coba Tahap Dua PTM Mulai 26 April, Disdik akan Tambah Sekolah di Setiap Kecamatan

Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang sudah berjalan dua pekan sejak 5 April lalu.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau PTM di SMPN 2 Semarang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang sudah berjalan dua pekan sejak 5 April lalu di empat sekolah yakni SMPN 2 Semarang, SMPN 5 Semarang, SDN Pekunden, dan SDN Lamper Kidul 02.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, hasil evaluasi uji coba PTM selama dua pekan tersebut berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

Dari hasil evaluasi tersebut, Disdik berencana menambah sejumlah sekolah untuk melakukan uji coba PTM pada tahap dua yang akan dimulai 26 April mendatang.

Pada tahap dua uji coba PTM, Gunawan akan menambah sekolah di setiap kecamatan. Seluruh SMP Negeri diharapkan sudah dapat melakukan PTM mulai 26 April nanti. Sedangkan, SD Negeri akan dipilih setidaknya satu atau dua sekolah per kecamatan. Ditambah, beberapa sekolah swasta juga akan dilibatkan dalam uji coba PTM tahap dua.

"Kami harap semua SMP negeri sudah bisa PTM pada tahap dua. Kalau SD kami pilih satu atau dua SD per kecamatan. Kami sudah ada datanya namun akan kami sampaikan terlebih dahulu ke wali kota," papar Gunawan, Rabu (21/4/2021).

Uji coba PTM pada tahap dua, sambung dia, diprioritaskan untuk kelas 7 bagi SMP dan kelas 5 dan 6 bagi SD. Kriteria untuk melakukan PTM antar lain guru dan tendik sudah divaksin, sarana dan prasarana memadai, sekolah membuat SOP protokol kesehatan, dan membentuk satgas Covid-19.

"Sekolah-sekolah yang akan menerapkan tatap muka, saya suruh belajar kepada empat sekolah yang sebelumnya sudah menerapkan tatap muka," pintanya.

Lebih lanjut, Gunawan menambahkan, empat sekolah yang sudah menerapkan tatap muka diperbolehkan memperbanyak kelas. Artinya yang semula hanya kelas 5 dan 6 untuk SD bisa ditambah kelas 4 sedangkan SMP yang semula baru kelas 7 bisa diperbanyak. 

"Kami sudah ada SOP dan satgas yang memonitor serta memantau agar jangan sampai ada kerumunan. Peserta didik juga tidak ada waktu istirahat," paparnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved