Breaking News:

Berita Internasional

Bom Meledak di Hotel Mewah Tempat Dubes China Menginap di Pakistan

Bom meledak di hotel mewah tempat Duta Besar China menginap di Pakistan. Sedikitnya empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Kompas.com/Istimewa
Para sukarelawan mengangkut korban ledakan hotel dengan tandu di Quetta, Pakistan, pada Rabu malam (21/4/2021) waktu setempat. Setidaknya 4 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat ledakan di tempat parkir Hotel Serena, Quetta, ibu kota provinsi Balochistan.(AFP PHOTO/BANARAS KHAN) 

TRIBUNJATENG.COM, QUETTA - Bom meledak di hotel mewah tempat Duta Besar China menginap di Pakistan.

Empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat ledakan ini, kata para pihak berwenang pada Rabu malam (21/4/2021) waktu setempat.

Ledakan tersebu terjadi di tempat parkir mobil Hotel Serena, jaringan hotel mewah di Pakistan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Selesai Ngambil Uang di ATM di Semarang Utara Warga Dibacok Kepalanya

Baca juga: Heboh Polwan Umbar Foto Mesra Bareng Pacar Lesbi, Kedoknya Baru Dibongkar Polisi Lain

Baca juga: Youtuber Jozeph Paul Zhang si Nabi Jadi-jadian Ternyata Alumni SMAN 1 Tegal, Ada Foto Pas Reunian

Baca juga: Yenny Wahid Sebut Munculnya Teroris Milenial Karena Sifat Anak Muda yang Mudah Terprovokasi

Hotel itu berlokasi di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan di mana militer memerangi pemberontakan tingkat rendah selama sepuluh tahun terakhir.

"Sedikitnya empat orang tewas dan 12 lainnya luka-luka," kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed kepada AFP, yang menggambarkannya sebagai terorisme.

"Delegasi China yang terdiri dari sekitar empat orang dipimpin oleh duta besar sedang menginap di hotel."

"Duta Besar sedang keluar untuk rapat saat ledakan terjadi," tambahnya.

Azhar Ikram polisi senior di Quetta mengonfirmasi jumlah korban tewas, dan mengatakan dubes China memang menginap di hotel tetapi sedang pergi saat insiden terjadi.

"Penyelidikan awal menunjukkan itu IED yang dipasang di salah satu kendaraan," ujar Ikram.

Hingga berita ini diunggah belum ada kelompok yang mengeklaim serangan tersebut.

Halaman
12
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved