Breaking News:

Berita Ungaran

Cek Penyaluran BST, Bupati Semarang Minta Warga Bijak Belanjakan Uang

Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha meminta masyarakat penerima BST agar bijak membelanjakan uang. 

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat berdialog dengan warga penerima BST di Kantor Desa Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (22/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha meminta masyarakat penerima bantuan sosial tunai (BST) agar bijak dalam membelanjakan uang. 

Hal tersebut disampaikan Ngesti, saat 
memantau langsung proses penyaluran BST periode Maret-April di Kantor Desa Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya, penerima BST yang dibagikan kali ini berjumlah 1.896 orang. Mereka, adalah masyarakat kategori kurang mampu dan terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). 

"Untuk yang di Desa Tuntang ada sekira 833 penerima termasuk Desa Candi, dan Jombor dibagikan disini. Selebihnya dibagikan melalui wilayah masing-masing yakni Desa Delik, Kesongo dan Kalibeji seluruhnya jika ditotal mencapai 1.896 orang," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Kantor Desa Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (22/4/2021) 

Ia menambahkan, dari beberapa titik penyaluran itu mencakup 16 desa seluruh Kecamatan Tuntang. Pada periode kali ini masing-masing penerima BST mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp 600 ribu. 

Politisi PDIP itu menyampaikan, masyarakat agar senantiasa menetapkan protokol kesehatan. Pasalnya, penularan virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang masih terjadi kenaikan kasus. 

"Saya juga berpesan uang BLT supaya digunakan dengan bijak. Uangnya jangan dipakai untuk membeli handphone atau pulsa. Semua saya harap memakai masker, menjaga jarak ketika menunggu giliran sampai rumah mandi," katanya 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang Ani Rahardjo menyatakan penambahan kasus Covid-19 periode April ini sebanyak 20 orang warga Desa Pager Kecamatan Kaliwungu.

Ani menjelaskan, DKK Semarang atas kasus tersebut telah melakukan prosedur penanganan seperti tracing, testing dan treatment melalui Puskesmas setempat.

"Hasilnya, 20 positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Satu orang diantaranya dirawat dirumah sakit di Boyolali. Informasi terkini 8 orang masih menjalani isolasi mandiri," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved