Breaking News:

Berita Banjarnegara

Minggu Kedua Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Banjarnegara Masih Terkendali

Memasuki minggu kedua Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Banjarnegara masih terkendali. 

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Indakop UMKM Banjarnegara Agus Haryanto 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Memasuki minggu kedua Bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Banjarnegara masih terkendali. 

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Indakop UMKM Banjarnegara Agus Haryanto mengatakan, dari pantauan pihaknya, beberapa komoditas kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan. Ia mencontohkan, cabai rawit yang normalnya seharga sekitar Rp 40 ribu sampai 50 ribu perkilogram, kini naik menjadi sekitar Rp 60 ribu perkilogram.  Tapi harga ini sudah lebih rendah atau turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 80 ribu perkilogram. 

Tingginya harga cabai rawit di Banjarnegara pun dimaklumi mengingat daerah ini tidak termasuk sentra penghasil cabai rawit. 

Komoditas lain yang harganya naik di bulan Ramadan ini adalah daging ayam. Biasanya, daging ayam dijual sekitar Rp 26 hingga 30 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp 40 perkilogram. Tapi harga daging ayam pun relatif mulai stabil saat ini.  Terlebih, kenaikan harga daging ayam bukan karena masalah distribusi, melainkan kenaikan harga pakan. 

"Kalaupun ada kenaikan, tidak signifikan. Masih terjangkau masyarakat, " katanya, Rabu (21/4/2021) 

Adapun komoditas lain relatif harganya masih stabil. Semisal untuk harga telur ayam yang masih di kisaran Rp 24 ribu perkilogram. Harga minyak goreng dinilainya juga masih stabil saat ini.  Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, secara umum harga kebutuhan pokok masih terkendali. 

Pihaknya pun belum berencana menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Operasi pasar baru akan digelar dengan catatan, dalam 10 hari terakhir harga komoditas kebutuhan pokok terus naik secara tidak terkendali. 

"Operasi pasar dilakukan apabila dalam 10 hari terakhir harga naik berturut-turut, " katanya

Agus mengatakan, kondisi Ramadan saat ini tidak jauh beda dengan Ramadan tahun lalu karena masih berada di tengah suasana pandemi.  Saat ini pun mudik masih dilarang oleh pemerintah seperti halnya Ramadan tahun lalu. 

Hanya saat ini lalu lintas distribusi barang, khususnya kebutuhan pokok lebih lancar ketimbang tahun lalu yang terjadi banyak penyekatan di batas-batas daerah. 

Kendala pada distribusi akan berdampak pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasar. 

"Kalau tahun lalu ada kendala di distribusi sehingga memengaruhi harga. Saat ini sepertinya tidak ada kendala distribusi, lancar, " katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved