Breaking News:

Berita Pemalang

Pedagang Pasar Moga Pemalang Gelar Aksi Buang Tempe, Protes Bantuan Sosial Berupa Bahan Makanan

Adanya bantuan sosial berupa bahan makanan yang diberikan ke masyarakat, membuat dagangan mereka tak laku

"Harga kedelai juga naik setiap pekan, enam bulan lalu Rp 500 ribu per kuintal, sekarang Rp 1,1 juta. Sudah harga kedelai naik tidak ada pembeli karena disalurkannya bantuan sosial berupa bahan makanan," jelasnya.

Ia pun berujar, dan meminta pemerintah memberikan bantuan sosial berupa uang tanpa ada bahan makanan. 

"Kalau yang diberikan uang, pasti masyarakat membeli kebutuhan ke pasar,dl dan tempe kami laku. Namun jika bantuan berupa bahan makanan, masyarakat tidak akan berbelanja ke pasar," paparnya. 

Sementara itu, Ikmaludin pedagang tempe lainya, menjelaskan, setiap kali bantuan disalurkan dagangan ratusan tempe tak terjual dan busuk.

"Kalau bantuan turun tempe kami tak laku, bahkan hampir satu pekan. Seperti Sabtu lalu, sampai sekarang hampir setiap hari 480 tempe saya buang tidak ada yang membeli dan busuk," imbuhnya.

Ikmaludin menambahkan, harapan pedagang agar bantuan yang disalurkan berupa uang tunai bukan dalam bentuk bahan makanan.

"Bias sama-sama merasakan, kami tidak dibantu tidak apa-apa. Namun kalau bantuan sosial ke masyarakat berupa uang, tentunya dagangan kami juga ikut terbeli," tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved