Breaking News:

Berita Karanganyar

Sebanyak 179 Siswa SMP di Karanganyar Drop Out Pada Tahun Lalu

Sebanyak 179 siswa tingkat SMP di Kabupaten Karanganyar putus sekolah atau drop out.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 179 siswa tingkat SMP di Kabupaten Karanganyar putus sekolah atau drop out.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, tercatat ada sebanyak 179 anak yang putus sekolah dari 80 SMP Negeri maupun swasta pada 2020.

Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa menyampaikan, jumlah siswa tingkat SMP di Kabupaten Karanganyar total ada sekitar 30 ribu siswa.

Dia menjelaskan, siswa putus sekolah juga terjadi pada tahun sebelumnya. Akan tetapi Tarsa tidak mengetahui persis jumah detailnya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada peningkatan jumlah siswa putus sekolah.

"Kita punya data, ada 179 anak (drop out). Itu SMP," katanya kepada Tribunjateng,com, Rabu (21/4/2021). 

Menurutnya, ada beberapa penyebab anak putus sekolah seperti malas atau motivasi anak yang rendah, dan tingkat kenakalan remaja. Lanjut Tarsa, kecil kemungkinannya anak putus sekolah karena faktor biaya.

Kendati demikian, dinas akan tetap mendorong anak yang putus sekolah supaya mendapatkan akses pendidikan melalui jalur paket B.

"Kita larinya ke pendidikan luar sekolah, diarahkan ke paket," ucapnya. 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, akan melakukan pendataan dan menelusuri beberapa anak yang putus sekolah baik itu SD, SMP hingga SMA/SMK. 

"Kita telusuri penyebab mereka tidak sekolah. Kalau SD, SMP drop out serius itu persoalannya. Karena itu program wajib belajar. Tidak ada alasan apapun untuk tidak menyekolahkan anak," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved