Breaking News:

Pendidikan

Tim Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Penanganan Pascapanen Bekatul Jagung

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan penanganan pascapanen.

istimewa
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung kepada kelompok tani Usaha Mulya Kelurahan Rowosari, Kota Semarang, kemarin. (ist) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung kepada kelompok tani Usaha Mulya Kelurahan Rowosari, Kota Semarang.

Tim Dosen PKM dari FTP USM diketuai oleh Zulhaq Dahri Siqhny dengan anggota Haslina, Ery Pratiwi dan dibantu oleh mahasiswa FTP, Aurel Ady Wibowo. Kegiatan diikuti 6 orang perwakilan anggota Kelompok Tani Usaha Mulya.

"Selain kami memberikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung juga memberikan pelatihan praktek pembuatan bolu kukus bekatul jagung bagi kelompok tani Usaha Mulya," kata Ketua tim PKM, Zulhaq Dahri Siqhny, dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Zulhaq memaparkan, penanganan pascapanen merupakan upaya strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional karena dapat menurunkan susut hasil.

"Penanganan pascapanen juga dapat mempertahankan kualitas hasil panen dan meningkatkan nilai tambah, daya saing serta meningkatkan pendapatan petani jagung," paparnya.

Dijelaskannya, proses pascapanen jagung terdiri atas serangkaian kegiatan yang dimulai dari panen/pemetikan dan pengeringan jagung, pemipilan tongkol jagung, pengemasan biji, dan penyimpanan bekatul jagung.

"Selama ini, bekatul jagung hasil pemipilan tongkol hanya dibuang atau hanya dibuat untuk pakan ternak saja," ungkapnya.

Zulhaq berharap, anggota kelompok tani Usaha Mulya untuk menerapkan teori pascapanen bekatul jagung yang baik dan mengaplikasikan pelatihan mengenai pembuatan bolu kukus bekatul jagung sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani.

Anggota tim PKM, Haslina menuturkan, bekatul jagung merupakan campuran lapisan aleuron dan pericarp yang terlepas dalam proses penggilingan jagung.

Proses penggilingan dan penyosohan jagung akan menghasilkan 16-28% sekam (hulls), 6-11% dedak (bran), 2-4% bekatul (polish), dan sekitar 60 persen endosperma.

Diakuinya, selama ini bekatul hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Padahal, bekatul mengandung sejumlah senyawa fenolik, antioksidan, serta kaya akan serat pangan, vitamin, dan mineral.

"Manfaat bekatul bagi kesehatan antara lain antikanker, antihipokolesterolemik, dan antiaterogenik," jelasnya.

Dalam kegiatan PKM tersebut, dilakukan presentasi dan praktek pembuatan olahan pangan bekatul jagung yang dilakukan oleh Ery Pratiwi dan dibantu oleh mahasiswa FTP.

Dalam prosesnya, bekatul jagung ditambahkan pada olahan roti bolu kukus. Penambahan bekatul jagung pada bolu kukus dapat menjadi alternatif peningkatan nilai tambah baik dari sisi gizi maupun ekonomi. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved