Breaking News:

Vonis Kasus George Floyd Diikuti Pembunuhan 4 Orang oleh Polisi di AS

empat orang telah tewas dalam insiden yang melibatkan polisi di sejumlah wilayah AS, setelah putusan pemmbunuh George Floyd dinyatakan bersalah

GOOGLE
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM, MINNEAPOLIS - Sejak juri mencapai putusan yang menyatakan mantan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, bersalah karena membunuh warga kulit hitam George Floyd, pada Selasa (20/4), empat orang telah tewas dalam insiden yang melibatkan petugas polisi di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS).

Insider melaporkan, sementara AS menunggu putusan yang dibacakan pada Selasa sore, seorang polisi di Columbus, Ohio, menembak dan membunuh remaja berusia 16 tahun, Ma'Khia Bryant, yang juga warga kulit hitam.

Polisi di San Antonio, Texas juga terlibat dalam kematian satu orang pada Selasa malam. Kepala Polisi San Antonio, William McManus mengatakan kepada organisasi berita lokal KSAT, bahwa petugas menembaki seorang pria bersenjata di daerah tersebut. Tidak jelas bagaimana pria bersenjata itu tewas.

Pada Rabu (21/4) pagi di Pasquotank County, Kantor Sheriff Carolina Utara menuturkan, seorang petugas telah menembak mati seseorang saat menjalankan perintah penggeledahan.

Juga pada Rabu pagi, di California, Departemen Kepolisian Escondido menyatakan, seorang petugas menembak seorang pria yang tak lama kemudian meninggal di rumah sakit.

Kasus penembakan yang melibatkan empat petugas polisi itu masih dalam penyelidikan, tetapi kasus tersebut menunjukkan seberapa luas pembunuhan oleh polisi yang terus terjadi di AS.

Basis data New York Times juga menunjukkan polisi terlibat dalam rata-rata lebih dari tiga pembunuhan per hari selama proses persidangan Chauvin, yang dimulai pada 29 Maret lalu.

Polisi AS biasanya menembak mati hampir 1.000 orang setiap tahun, menurut database Mapping Police Violence.

"Melihat putusan Chauvin terjadi pada hari yang sama dengan pembunuhan Ma'Khia Bryant di Columbus, mengingatkan saya bahwa masalah ini belum terselesaikan," kata Samuel Sinyangwe, satu pendiri Mapping Police Violence, yang juga merupakan analis data, kepada Insider.

Menurut dia, tren keseluruhan dalam kekerasan polisi hanya berubah sedikit, bahkan setelah protes nasional atas pembunuhan polisi dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved