Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus Minta Aturan Bagi Hasil Cukai Tembakau Diubah Biar Terserap

Susahnya penyerapan membuat Kudus memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: abduh imanulhaq
IST
Bupati Kudus HM Hartopo memberikan keterangan kepada awak media seusai menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi dan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti di Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat, (23/4/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo berharap Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau bisa diubah peruntukannya.

Karena, kata dia, dengan aturan PMK saat ini sangat susah penyerapannya.

Menurutnya, khusus Kabupaten Kudus peruntukan dana bagi hasil cukai hasil tembakau bisa diubah peruntukannya.

Di Jawa Tengah pendapatan cukai terbanyak adalah Kabupaten Kudus.

"Saat ini peruntukannya bagi saya kurang familiar. Penyerapannya susah sekali," kata Hartopo seusai menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi dan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti di Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat, (23/4/2021).

"Seperti contoh bantuan sosial untuk pekerja rokok. Pekerja rokok ada bantuan BLT lewat DD. Sekarang diperuntukkan Rp 50 miliar diperuntukkan bantuan sosial pekerja rokok, ini tidak akan terserap. Makanya terjadi Silpa-silpa terus tiap tahun," kata Hartopo menambahkan.

Susahnya penyerapan membuat Kudus memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

Untuk itu, Hartopo meminta karena Kudus menerima dana bagi hasil cukai hasil tembakau terbanyak di Jawa Tengah, aturannya bisa diubah sehingga dananya mudah terserap.

Menurut Hartopo, pembangunan infrastruktur juga terkendala dengan adanya PMK 206.

"Anggaran cukai kemarin untuk infrastruktur. Ternyata dengan adanya PMK 206 ini turun, akhirnya kita cabut kembali," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved