Breaking News:

Dosen FTIK USM Beri Pelatihan E-commerce pada UMKM Kampung Sirih

Sebanyak 15 peserta pelaku UMKM Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Semarang Selatan, mengikuti pelatihan e-commerce.

Istimewa
Tim dosen FTIK USM foto bersama dengan pelaku UMKM Kampung Sirih, Wonodri, usai pelatihan, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 15 peserta pelaku UMKM Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Semarang Selatan, mengikuti pelatihan e-commerce oleh tim dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) baru-baru ini.

Tim dosen tersebut terdiri dari Lenny Margaretta H, Titis Handayani, dan Rastri Prathivi. Mereka memberikan pelatihan di Laboratorium Komputer FTIK USM dengan menerapkan protokol kesehatan.

Titis Handayani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat guna membantu masyarakat dalam peningkatan usaha.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana memberikan sebuah pelatihan dalam memanfaatkan salah satu e-commerce khususnya dalam hal ini pelatihan menggunakan marketplace Tokopedia," kata Titis, dalam keterangannya, Jumat (23/4/2021).

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajari bagaimana awal mula membuka toko online di tokopedia. Kemudian memasukkan beberapa foto barang yang akan dijual, pemilihan pengiriman, cara pengisian data barang yang akan dijual, dan pemanfaatan fitur lainnya.

"Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi digital bagi pelaku UMKM agar dapat dengan mudah memasarkan produknya di marketplace dan siap bersaing dengan produk lain," harapnya.

Anggota tim, Lenny Margaretta H menuturkan, selama ini permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM  Kelurahan Wonodri Semarang adalah dalam memasarkan suatu produknya sebagian besar memanfaatkan group Whatsapp ataupun melalui Facebook.

"Dengan media sosial itu, pemasaran dari produk-produk mereka masih dengan skala lingkup yang belum luas seperti pemasaran produk hanya dengan yang berteman saja atau dalam satu group sehingga pemasaran dari barang-barang mereka belum optimal," ungkapnya.

Dikatakannya, pelaku UMKM merasa belum berani menggunakan atau memanfaatkan e-commerce karena merasa belum bisa atau kurang terampil dalam memanfaatkan e-commerce yang sudah ada sebagai untuk memasarkan produknya.

"Karena mereka lebih memanfaatkan e-commerce untuk mendapatkan barang atau sebagai pembeli, bukan sebagai penjual," tambahnya.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved