Berita Viral
Jawaban Tetangga Gus Baha saat Ditanya: Kenapa Suka Tidur di Dalam Keranda Mayat?
Semenjak itu saya berpikir ilmiah. Jadi ketika ada jin, maka ada ilmu baru, “Di mana makhluk di bumi tidak hanya saya saja.”
Jadi memang ilmu itu luar biasa. Saya berkali-kali ketika ketakutan, pintu saya buka sambil berkata, “Raine piye tho? (wajahnya gimana ya?)”
Sebenarnya setan bisa disikapi seperti tadi. Jadi, seumpama yang disebut setan itu adalah makhluknya Allah yang ingin berkenalan dengan kita.
Semisal, ada pocong datang ke rumahmu mengetuk pintu, lalu kamu mengajak salaman.
Apa tidak kaget pocongnya?
“Lho kalau mau kenalan, buka wajahnya dong!”
Pocongnya pasti kecewa, karena tidak sesuai rencana. Iya apa tidak?
Fisik itu penting. Jadi seperti ini, qolbun itu bolak-balik. Qolbun itu hati, hati itu bolak-balik. Kadang senang kadang sedih.
Sesuatu didesain Tuhan itu sesuai maknanya sebelum diubah oleh kita.
Seorang masyhur Sayyid Husein ketika mendekati Karbala (suatu kawasan di negara Irak).
Sejak saat itu Sayyid Husein menyebut hadza karabun wa balaun. Karabun itu susah dan balaun itu bencana. Tempat di mana beliau wafat.
Allah mendesain sudah seperti itu. Makkah disebut Makkah. Madinah sesuai Madinah karena menjadi kota Islam Madinatur Rasulillah.
Makkah dahulu disebut suatu kota yang tidak menerima orang-orang angkuh.
Dunia pernah dijajah siapa saja kecuali Makkah. Begitu kehendak Tuhan.
Manusia salah memberi nama. Batu dipuja-puja. Isa disebut jelmaan Tuhan. Hati-hati salah memberi nama.
Seperti ada perempuan yang disifati “aku tidak bisa hidup tanpanya”. Itu mensifati terlalu berlebihan (tidak bisa hidup tanpa dia).