Breaking News:

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Ramadan dan Santun Berkendaraan

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Ramadan dan Santun Berkendaraan yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman, Semararang.

MOSLEMWORLD
Khutbah jumat singkat ramadan dan santun berkendaraan 

Mari kita coba menelusurinya;

Ayat tersebut diturunkan setelah beliau mampu menyatukan kaum Muhajirin dan Anshor secara total.

Baik secara fisik, mental maupun spiritual + 55 % – 60 %.

Bahkan menyatu di dalam hubungan darah, nasab, dan keluarga.

Ayat tersebut diturunkan setelah beliau mampu menata, mengatur, dan menyapa kehidupan orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Ayat tersebut juga diturunkan setelah beliau mampu menata, mengatur, dan menyapa kehidupan para penyembah berhala.

Dengan pengertian lain bahwa setelah beliau mampu menata dan menyapa kehidupan masyarakat Madinah yang relatif heterogen berbagai bidang.

Yakni sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain menjadi masyarakat yang menjadi cikal bakal masyarakat Madani.

Dengan demikian perintah puasa tidak saja berdimensi kepada Allah swt, tetapi juga sekaligus kepada seluruh umat manusia dan alam semesta raya.

Puasa yang tidak memiliki nilai dan berdaya guna kepada sesama manusia akan kehilangan makna puasa itu sendiri, sekaligus orang tersebut tidak mampu merasakan manisnya iman.

Itulah sebabnya Imam Al Ghazali menyatakan bahwa bulan Ramadan adalah bulan tarbiyah (pendidikan) dengan sistem yang efektif, sistematis, komphrehensif, berkelanjutan, dan berkesinambungan guna mencapai derajat tertinggi di sisi Allah yaitu Muttaqin.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Guna mencapai derajat Muttaqin maka perlu melewati jenjang atau tingkatan sebagai berikut;

Muslim, mukmin, mukhsin, muqsit, mutawakkilin, mukhbitin, dan muttaqin.

Namun demikian, 7 tahapan di atas dalam bulan Ramadan ini terpotong atau terbaypass menjadi Muttaqin.

Dan apapun tingkatannya dengan pensucian jiwa yang kaffah, total, dan bukan parsial yakni pensucian jasmani dan rohani, harta dan jabatan, sehingga akan mampu melakukan hal-hal sebagai berikut;

1) Mampu melakukan pengekangan dan pengendalian nafsu antara lain, sabar dan sifat berhati-hati.

2) Mampu memiliki akhlak mulia antara lain, tidak membuat celaka dan merugikan orang lain.

3) Memiliki kejujuran, yakni tidak ingin memiliki hak orang lain.

4) Memiliki amal salih dan ikhlas antara lain, tidak sombong, cinta kepada fakir miskin, dhuafa' dan lain-lain.

Hal-hal tersebut dalam ilmu kedokteran disebut sebagai tehnik menstabilkan saraf-saraf otonom yang dikendalikan oleh otak sadar dan otak bawah sadar.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam memanggil orang berpuasa pun Rasulullah SAW cukup bijak, beliau memanggil 2 (dua) kelompok :

1) Orang-orang yang senang berbuat kebaikan.

Pada kelompok ini beliau bersabda;

"Wahai orang-orang yang senang berbuat kebaikan, bersyukurlah kamu dan perbanyaklah amal di bulan ini.

Karena pada bulan ini Allah memberi pahala yang jauh lebih banyak, dan Allah akan mengampuni semua kekuranganmu.

Sehingga kamu termasuk orang-orang yang Muttaqin."

2) Kelompok orang yang senang berbuat kemaksiatan, keonaran dan lain-lain.

Pada kelompok ini beliau bersabda;

"Wahai orang yang senang berbuat kemaksiatan, berhentilah kamu berbuat maksiat pada bulan ini dan bertaubatlah, berpuasalah kamu di bulan ini.

Niscaya Allah akan memberi pahala atas berhentinya kemaksiyatanmu.

Allah akan mengampuni atas segala dosa-dosamu dan Allah akan memberi pahala yang lebih atas puasamu.

Dengan demikian Allah menggolongkanmu sebagai orang-orang yang Muttaqin."

Pada minggu ke-2 di bulan Ramadan ini, tidak bisa dilepaskan dari budaya mudik, budaya santun berkendaraan dan lain-lain.

Karena bersumber pada kesabaran, disiplin, hati-hati, sebagai buah dari puasa yang kita laksanakan di bulan suci ini.

Mungkin masih ingat dalam ingatan kita, sebuah peristiwa yang terjadi di Jakarta.

Ada sebuah mobil yang penuh dengan penumpang tertabrak kereta api listrik di perlintasan rel.

Kendaraan tersebut mencoba menerobos palang pintu padahal pintu perlintasan sedang bergerak menutup.

Hingga akhirnya bodi kendaraan tersebut terseret dan terhimpit sejauh 300 meter.

Sebanyak 18 dari 24 penumpang tanpa dosa meninggal dunia.

Anehnya, kejadian tersebut bukan yang pertama kali tetapi sudah beberapa kali baik roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat).

Perlu kita ketahui bahwa keselamatan jiwa seseorang terancam akibat perilaku berlalu lintas di jalan yang tidak tertib dan tidak taat rambu lalu lintas.

Padahal, menjaga keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain merupakan bagian dari ajaran Islam.

Para ahli fiqih mengklasifikasi lima pokok yang harus dijaga manusia, yaitu;

1) Menjaga keselamatan agama

2) Menjaga keselamatan jiwa

3) Menjaga keselamatan akal

4) Menjaga keselamatan keturunan, dan

5) Menjaga keselamatan harta.

Ketidak santunan berkendara di jalan raya yang menyebabkan awal terjadinya kecelakaan, ketidak santunan dalam berlalu lintas, sembrono, membunyikan klakson yang berlebihan, melaju dengan kecepatan tinggi, gaya yang gagah-gagahan dan tergesa-gesa dalam berkendara merupakan visualisasi atau mentalitas pengendara.

Sungguh sangat berdosa bagi seseorang berbuat sesuatu yang dapat menyebabkan dan mencederai diri sendiri dan orang lain.

Karena pada hakikatnya apa yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita ini wajib kita syukuri, dan sekaligus mampu kita jaga dengan baik.

Allah SWT berfirman sebagaimana termaktub di dalam Surat Luqman ayat 18-19 yang berbunyi;

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.

Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Oleh karenanya agama kita Islam sangat keras melarang untuk melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

Apalagi sampai mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 32 menyebutkan;

"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas.

Kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi."

Karena ketidak seimbangan antara pemakai jalan dan luasnya jalan raya maka sering terjadi kemacetan lalu lintas.

Sehingga dalam hal ini pengguna jalan memerlukan kesabaran dan kehati-hatian agar tidak terjadi kecelakaan dan hal-hal yang dapat merugikan para pengguna jalan.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Mari kita kaji kembali hadist Rasulullah SAW berkaitan dengan bulan suci Ramadan, antara lain;

1) Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman wahtisaban maka akan diampuni seluruh dosa-dosanya yang telah lalu.

2) Allah SWT mengampuni dosa manusia antara 3 waktu, yakni; antara salat lima waktu, antara Jumat sampai Jumat berikutnya, dan antara Ramadan dengan Ramadan berikutnya.

3) Surga merindukan 4 (empat) kelompok, yakni; orang yang senang membaca Alquran, orang yang senantiasa mampu menjaga mulutnya, orang yang suka memberi makan kepada yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadaan.

4) Dalam khutbahnya di Madinah di awal puasa Ramadan, Rasulullah SAW berdoa;

"Ya Allah ya Rabb, semoga jangan engkau terima puasanya orang-orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, dan doa tersebut dijawab sendiri oleh Rasulullah saw dengan kalimat, Aamiin."

Khutbah II

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat. (amk)

Penulis: Muhammad Khoiru Anas
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved