Breaking News:

Berita Kebumen

Masa Larangan Mudik Diperpanjang, Pemkab Kebumen Buka Posko untuk Awasi Pemudik

Kebijakan larangan mudik kembali berubah, mulanya akan diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Istimewa
Bupati Kebumen saat salat Tarawih di Desa Krakal Kecamatan Alian, Kebumen, Kamis (22/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN - Kebijakan soal larangan mudik lebaran kembali berubah. Mulanya larangan akan diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Tetapi akhirnya jadwal pelarangan mudik dimajukan mulai tanggal 22 April sampai 24 Mei 2021. 

Kebijakan ini ditetapkan melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, yang diteken oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021. Ini mengingat banyaknya masyarakat yang diam-diam mencuri start alias mendahului mudik dari jadwal yang ditentukan. 

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengimbau  warganya yang masih berada di perantauan agar ikut mematuhi aturan pemerintah. Perantauan agar menahan diri untuk tidak mudik pada lebaran demi kemaslahatan bersama.

“Ini untuk mencegah terjadinya penyebaran virus ke sejumlah daerah, termasuk di Kebumen,” ujar Arif, Jumat (24/4/2021) 

Untuk mengantisipasi banyak pemudik yang pulang lebih awal ke Kebumen, pihaknya akan mengintensifkan pengecekan para pemudik di posko-posko yang tersebar di 4 titik. 

Kecamatan juga diwajibkan untuk menggerakkan kembali program Jogo Tonggo hingga tingkat RT. Tujuannya untuk memantau masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

“Yang sudah masuk tidak mungkin kita menyuruh untuk kembali lagi ke Ibu Kota. Tetap disitu tapi empat hari, tujuannya untuk menjaga kesehatan semuanya,” tuturnya.

Arif menegaskan, bagi siapapun warga yang sudah mudik ke Kebumen, tetap wajib melakukan karantina mandiri selama empat hati di rumah. 

“Jangan sampai seperti laporan di Kecamatan di Puring, ada warga yang pulang dari Bandung, bilang tidak sakit tapi ternyata menyebarkan virus,” jelasnya.

Camat Alian Sugito Edi Prayitno mengatakan, Kecamatan Alian yang membawahi 16 Desa, sudah bersiap untuk menyambut para pendatang dari luar kota.

Setiap desa di Alian akan menerapkan posko 24 jam yang dimulai dari H -10 Lebaran. Para pemudik yang sudah terlanjur datang,akan didata dan di cek kondisi kesehatan. Ia juga akan dicek riwayat kesehariannya apakah sudah divaksin, dan sudah pernah terpapar atau belum.

“Sudah diinformasikan juga oleh paguyuban perantau, agar tidak mudik,” ujarnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved