Breaking News:

PLN Distribusi Jateng & DIY

Mitigasi Krisis Iklim, PLN Mengajak untuk Sayangi Bumi dengan Mengurangi Jejak Karbon

Instrumen ini sedang dipersiapkan peraturannya agar dapat memberikan koridor dan payung hukum dalam melakukan perdagangan karbon di Indonesia,

IST
Online Talkshow peringatan Hari Bumi. Bertemakan ‘Everyday is Earth Day: Sayangi Bumi, Kurangi Jejak Karbon’ melalui akun YouTube Ecadin, Kamis (22/4). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PLN bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) kembali menggelar Online Talkshow peringatan Hari Bumi. Bertemakan ‘Everyday is Earth Day: Sayangi Bumi, Kurangi Jejak Karbon’.

Agenda ini berlangsung secara daring melalui akun YouTube Ecadin, Kamis (22/4).

Talkshow tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dewanthi, Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup Tata Ruang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Saleh Abdurrahman, Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN, Syofi F Roekman, aktor sekaligus produser film Nicholas Saputra, Outreach Director for Greenfaith, Nana Firman, dan EVP K3L PLN, Komang Parmita.

Sebagai bagian dari peserta Konvensi Perubahan Iklim, Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Paris dan berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030.

Sejumlah 11% dari target tersebut berasal dari penurunan emisi dari sektor energi.

PLN yang merupakan perusahaan kunci di sektor energi ikut berperan aktif dalam upaya pencapaian target penurunan emisi Pemerintah.

“Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN merencanakan 23% bauran energi terbarukan di tahun 2025 sehingga berkontribusi pada upaya mitigasi krisis iklim dan pemenuhan target Indonesia terhadap Perjanjian Paris,” ungkap Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi F Roekman yang disampaikan dalam sambutan pembuka talkshow.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanti menyampaikan pemerintah mendorong pengendalian perubahan iklim dan pemanfaatan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

“Instrumen ini sedang dipersiapkan peraturannya agar dapat memberikan koridor dan payung hukum dalam melakukan perdagangan karbon di Indonesia, termasuk memberikan opsi insentif bagi para pemangku kepentingan,” tutur Laksmi Dhewanti.

Senada dengan hal tersebut, PLN telah memulainya dengan melakukan sertifikasi penurunan emisi dari kegiatan pembangkit energi terbarukan.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved