Breaking News:

Penanganan Corona

 Murid dan Guru Terpapar Covid-19, Satu Sekolah di Pati Hentikan Uji Coba PTM

Dari lima sekolah tersebut, berdasarkan hasil evaluasi, SMAN 1 diminta untuk menunda kelanjutan PTM atau berhenti sementara

TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto saat meninjau pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di salah satu sekolah beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pada 5 hingga 16 April 2021 lalu, lima sekolah di Pati menyelenggarakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kelima sekolah tersebut ialah SMAN 1 Pati, SMKN 1 Pati, MAN 1 Pati, SMPN 3 Pati, dan MTsN 1 Pati.

Dari lima sekolah tersebut, berdasarkan hasil evaluasi, SMAN 1 diminta untuk menunda kelanjutan PTM atau berhenti sementara.

Sedangkan empat sekolah lainnya diperkenankan melanjutkan PTM mulai 26 April mendatang.

Hal ini lantaran di SMAN 1 Pati ditemukan sejumlah guru dan murid yang positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab).

"Jadi untuk kelanjutan uji coba PTM tidak ada tambahan sekolah dan tidak ada tambahan jumlah murid. Malah dari 5 sekolah jadi 4.

SMAN 1 Pati untuk sementara off dulu, sesuai permintaan bupati.

Untuk berhati-hati saja. Sebab ada yang Covid," ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, Sunoto, Jumat (23/4/2021).

Sunoto mengatakan, penularan Covid-19 yang dialami sejumlah guru dan murid di SMAN 1 Pati tidak terjadi di lingkungan sekolah.

"Jadi bukan karena PTM. Ada yang (tertular) dari ibunya yang dulu kena covid. Ada juga yang karena kemarin jadi panitia Pilkades," ungkap dia.

Senada, Bupati Pati Haryanto menilai bahwa sarana-prasarana protokol kesehatan di sekolah-sekolah penyelenggara uji coba PTM sudah sangat bagus dan memadai. 

Hanya saja, sebagian guru dan murid kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan saat keluar dari sekolah.

"Karena sebagian mereka tidak taat (menjalankan prokes). Setelah pulang sekolah ada yang main ke temannya, ada yang jajan, nongkrong, dan lain-lain. Akhirnya kejadian (tertular Covid-19)," kata Haryanto.

Dia kembali menegaskan bahwa sekolah yang guru dan muridnya terpapar Covid-19 mesti menghentikan aktivitas PTM untuk sementara.

"Kalau sekolah yang tidak ada kasus Covid-19, uji coba dilanjutkan tidak apa-apa. Tapi untuk sekolah yang terdampak kasus Covid-19, maka harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan lagi setelah lebaran," tutur Haryanto. (mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved